Rumah Sakit Hewan
Respons Pemkot Bekasi Soal Prabowo Usulkan Pembangunan Rumah Sakit Hewan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mewacanakan pembangunan Rumah Sakit (RS) khusus hewan
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Pemkot Bekasi mewacanakan pembangunan rumah sakit khusus hewan untuk meningkatkan layanan kesehatan hewan, dengan rencana awal melakukan studi kelayakan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
- Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyebut kebutuhan RS hewan dinilai mendesak karena tingginya jumlah warga yang memelihara hewan, sementara saat ini Kota Bekasi baru memiliki layanan klinik hewan.
- PDHI Jabar V mendukung wacana tersebut dan menilai keberadaan RS hewan penting.
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI UTARA- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mewacanakan pembangunan Rumah Sakit (RS) khusus hewan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe mengatakan hal itu sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan hewan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terhadap fasilitas medis hewan.
“Tadi ngobrol-ngobrol dengan Pak Presiden RI (Prabowo Subianto), beliau mengusulkan bagaimana kalau Kota Bekasi membangun rumah sakit hewan. Suatu masukan yang luar biasa, insya Allah kami akan coba ajukan ini," kata Bobihoe saat ditemui di kawasan Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (6/1/2026).
Wacanakan Bangun Rumah Sakit Hewan
Bobihoe menjelaskan untuk memulai wacana, pihaknya akan melakukan studi kelayakan atau Feasibility Study bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Menurutnya, kebutuhan RS hewan di Kota Bekasi dinilai mendesak, mengingat tingginya jumlah warga yang memelihara hewan, khususnya kucing.
“Rata-rata masyarakat Kota Bekasi punya kucing di rumah, minimal gitu. Saya kira sudah saatnya di samping tentunya kita pelayanan klinik-klinik yang ada," jelasnya.
Bobihoe menuturkan saat ini, Kota Bekasi baru memiliki layanan klinik hewan dan belum mempunyai RS khusus yang mampu memberikan pelayanan medis secara menyeluruh.
Pembangunan RS hewan nantinya memerlukan kajian yang matang, termasuk kesiapan regulasi di tingkat daerah.
“Tapi RS ini nanti nantinya banyak hal yang perlu kami lakukan. Karena kemarin perkataan Ketua PDHI ada keluar regulasi bahwa kita tidak boleh membuat resep ke apotek, saya kira perlu adanya regulasi di mana kota daerah mengatur ini," tuturnya.
Bobihoe menyampaikan selain untuk pelayanan hewan peliharaan, keberadaan RS hewan juga dinilai penting dalam mendukung pengawasan kesehatan hewan kurban.
Terlebih sangat dibutuhkan menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Yang kedua tentunya sebentar lagi kita akan idul qurban. Peran dokter hewan ini cukup luar biasa. Mereka bekerja mengatasi penyakit mulut dan kukuh serta antraks," ucapnya.
Bobihoe mengungkapkan, terkait waktu realisasi, pembangunan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih harus melalui tahap kajian awal.
| Api Lalap Asrama Polri Ciledug di Jalan Bhayangkara Kota Tangerang |
|
|---|
| Tingkatkan Jadi UHC Prioritas, Pemkab Bekasi akan Lunasi Tunggakan BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI yang Ditangkap Kejagung, Baru 6 Hari Menjabat |
|
|---|
| 6 Hari Pasca Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dikabarkan Ditangkap Kejagung |
|
|---|
| Gubernur Sumut Bobby Nasution Diduga Tampar Sopir Dirut BUMD karena Pakai Vape Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Abdul-Haris2.jpg)