Tabrakan KRL Vs Argo Bromo Anggrek
Pasca Kecelakaan Kereta, Penumpang KRL Minta Perlintasan Liar Ditutup Permanen
Suasana berbeda diakui sejumlah calon penumpang KRL atau Commuter Line ketika berada di stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur merasakan suasana berbeda pasca kecelakaan, dengan duka dan kekhawatiran masih membekas, terutama karena adanya korban jiwa.
- Sejumlah penumpang seperti Amalia dan Riska Navila mengaku sedih, terlebih mengetahui banyak korban perempuan, serta berharap kejadian serupa tidak terulang.
- Riska menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas dan penertiban perlintasan liar, sementara operasional KRL kini sudah kembali normal di rute Jakarta–Cikarang.
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR- Suasana berbeda diakui sejumlah calon penumpang KRL atau Commuter Line ketika berada di stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi pasca insiden kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026).
Para calon penumpang pun mengaku ikut merasakan duka dan kekhawatiran yang masih membekas.
Sejumlah calon penumpang yang diwawancara di lokasi pun mengaku masih merasakan kehilangan mendalam, terlebih adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Satu contohnya adalah Amalia, penumpang asal Karawang yang pagi itu hendak menuju Bekasi Timur.
Ia mengatakan, suasana berangkat kerja kini terasa tak lagi sama seperti biasanya.
“Rasanya mungkin agak beda ya, biasanya jalan pagi hari semangat berangkat kerja, sekarang rasanya ada yang kosong aja, mungkin karena masa kehilangan ya, dan semoga kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” singkat Amalia saat ditemui di lokasi, Kamis (30/4/2026).
Hal senada juga disampaikan Riska Navila, penumpang KRL lainnya yang mengaku rutin menggunakan transportasi tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Baca juga: Ikut Berbelasungkawa, Sejumlah Penumpang KRL Letakkan Bunga di Stasiun Bekasi Timur
Menurutnya, perasaan sedih tak bisa dihindari, terlebih setelah mengetahui sebagian korban merupakan perempuan yang tengah berjuang mencari nafkah.
“Tentunya saya sedih, apalagi saya juga turut sedih ada korban meninggal dunia 16 orang perempuan yang kondisinya tengah berjuang mencari nafkah, dan memang harus pulang (meninggal),” imbuh Riska.
Riska berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang. Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berada di perjalanan.
“Harapannya dari kejadian ini, kami semua bisa mengambil hikmahnya saja, tidak perlu terburu-buru ketika di jalan, karena ada keluarga yang menunggu di rumah,” harapnyA.
Lebih lanjut, Riska juga menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta ilegal yang dinilai menjadi salah satu faktor rawan kecelakaan.
Ia menilai, terdapat sejumlah upaya yang seharusnya dapat dilakukan untuk mengatisipasi kejadian serupa ke depannya.
| Ikut Berbelasungkawa, Sejumlah Penumpang KRL Letakkan Bunga di Stasiun Bekasi Timur |
|
|---|
| Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Usulan Gerbong Belakang Diisi Penumpang Laki-laki |
|
|---|
| Hari Ini Masinis dan Petugas Stasiun Bekasi Timur Diperiksa Polisi Terkait Tabrakan Kereta |
|
|---|
| Tetangga Sebut Tutik Antasari Tunjukkan Gelagat Berbeda sebelum Jadi Korban Tabrakan Kereta |
|
|---|
| Tutik Anitasari Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Tinggalkan Anak 1 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Stasiun-bekasi-timur2.jpg)