Jumat, 24 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Ramadan 2026

Besok Warga Muhammadiyah Sudah Mulai Puasa, Pemerintah Tentukan Lewat Sidang Isbat

Berbeda dengan pemerintah yang belum menentukan kapan awal Ramadhan 1447 Hijriah dimulai, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah

Editor: Joseph Wesly
Instagram/@lensamu
BESOK MUHAMMADIYAH PUASA- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah resmi menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan kajian astronomis menggunakan metode hisab hakiki kontemporer serta pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHG). Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan 1447 Hijriah dengan bijak dan saling menghargai. 

Ringkasan Berita:
  • Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026, sehingga warga Muhammadiyah mulai puasa besok; pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat malam ini.
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat menyikapi perbedaan awal Ramadhan secara bijak tanpa saling menyalahkan.
  • Ia menekankan fokus pada substansi puasa untuk meningkatkan ketakwaan dan hubungan sosial, sembari berharap Ramadhan dijalani dengan tenang dan damai.

 

Laporan Wartawan TribunBekasi.com

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA– Berbeda dengan pemerintah yang belum menentukan kapan awal Ramadhan 1447 Hijriah dimulai, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah.

Lewat maklumat resmi, Muhammadiyah menyatakan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2026).

Artinya, warga Muhammadiyah akan mulai berpuasa besok.

Sedangkan pemerintah masih akan menggelar sidang isbat pukul 19.00 WIB.

Hasil sidang nanti akan menentukan kapan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau puasa dimulai.

Muhammadiyah minta umat bijak sikapi perbedaan

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan 1447 Hijriah dengan bijak dan saling menghargai.

Hal ini disampaikan menjelang dimulainya puasa versi Muhammadiyah yang jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Perbedaan Awal Ramadhan Hal Biasa

Haedar mengatakan, perbedaan penentuan awal Ramadhan merupakan hal yang sering terjadi dan akan terus ada selama umat Islam belum memiliki kalender hijriah tunggal.

“Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri,” kata Haedar dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Menurutnya, perbedaan harus disikapi secara arif dan dewasa karena puasa pada dasarnya bertujuan meningkatkan ketakwaan, baik secara pribadi maupun kolektif.

Fokus pada Substansi Puasa

Haedar mengingatkan umat Islam agar tidak terjebak pada perdebatan perbedaan awal Ramadhan, tetapi fokus pada substansi ibadah puasa.

“Jadi fokuskan pada hal substantif bagaimana puasa bagi setiap muslim benar-benar menggapai ketakwaan,” ujarnya.

Ia berharap, peningkatan ketakwaan selama Ramadhan juga berdampak pada hubungan sosial yang lebih baik dan menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Muhammadiyah Mulai Puasa 18 Februari 2026

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved