Pemerintah Mau Setop Minimarket bila Koperasi Desa Sudah Jalan, DPR Dukung
Pemerintah mau bikin gebrakan besar di bidang retail. Gebrakan itu yakni pemerintah akan menghentikan ekspansi bisnis minimarket
Ringkasan Berita:
- Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menyatakan ekspansi minimarket seperti Alfamart dan Indomaret harus dihentikan di desa jika Kopdes Merah Putih sudah berjalan optimal, karena dinilai mengancam koperasi dan warung lokal.
- Pemerintah menilai dominasi puluhan ribu gerai ritel modern membuat persaingan usaha di desa tidak seimbang, sehingga perlu ruang usaha lebih besar bagi koperasi desa agar ekonomi lokal tumbuh.
- Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung pembatasan minimarket di desa.
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA– Pemerintah mau bikin gebrakan besar di bidang retail. Gebrakan itu yakni pemerintah akan menghentikan ekspansi bisnis minimarket di desa apabila Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berjalan optimal.
Artinya tidak akan lagi ada minimarket yang selama ini menjamur di desa. Seperti diketahui minimarket kini sudah bertebaran di pedesaan.
Banyak yang mengeluhkan keberadaan minimarket berjejaring tersebut karena dianggap berekspansi terlalu jauh ke pedesaan.
Ekpansi tersebut membuat warung-warung di desa tidak mampu bertahan dan banyak yang memilih tutup karena kalah bersaing.
Kerapnya minimarket berjejaring tersebut memberikan diskon dan pelayanan prima serta lokasi yang strategis di tambah kerap menyediakan lokasi nongkrong membuat masyarakat memilih berbelanja di minimarket berjejaring.
Keinginan untuk menututup minimarket tersebut dilontarkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Yandri Susanto menyampaikan keinginannya tersebut saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Pemerintah Mau Setop Minimarket
Dalam kesempatan itu, Yandri kembali menegaskan sikapnya bahwa keberadaan minimarket harus dihentikan jika Kopdes Merah Putih sudah beroperasi luas di desa.
“Kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” ujar Yandri.
Ia menekankan, negara harus berpihak pada masyarakat desa karena jaringan minimarket dinilai telah terlalu merajalela hingga pelosok.
Menurut Yandri, dominasi ritel modern berpotensi menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan koperasi desa yang baru dikembangkan pemerintah.
“Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Itu tidak apple to apple sebenarnya, mereka sudah sangat besar,” kata dia.
Ia juga menilai pemilik jaringan minimarket telah memperoleh keuntungan besar setelah dibiarkan berkembang luas selama ini.
“Saya setuju Kopdes jalan, Alfamart cukup sampai di situ. Sudah 20.000 lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa merajalelanya,” ucap Yandri.
Minimarket Dinilai Ancaman bagi Kopdes
| Catat Lokasi Warteg Gratis Alfamart di Bekasi, Berikan Makanan Berbuka Puasa Selama Ramadan 2026 |
|
|---|
| Memasuki 2026, Sahabat Posyandu Alfamart Sasar Balita di Cikarang |
|
|---|
| Alfamart Sahabat Posyandu Jangkau 30.000 Anak Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Karyawati Dibunuh Rekan Kerjanya, Alfamart Pastikan Ciptakan Lingkungan Kerja yang Aman |
|
|---|
| Alfamart Ajak 1.000 Anak, Asah Kreativitas dan Imajinasi Dalam Lomba Mewarnai di Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Menteri-Desa-PDT-Yandri-Susanto-diwawancarai-di-kawasan-Bandara-Soekarno-Hatta.jpg)