Demo di DPR

Tengah Malam Datang ke RSCM, Kapolri Peluk Keluarga Driver Ojol yang Tewas Terlindas Rantis Brimob

Kapolri menemui keluarga driver ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ign Prayoga
Warta Kota
VIRAL MEDIA SOSIAL - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memeluk keluarga AK (21), pengemudi ojek online yang tewas dilindas rantis Brimob di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Dalam kemsepatan tersebut, dirinya menyampaikan bela sungkawa sekaligus menindaklanjuti kasus ini secara serius dan transparan. 

Di tengah kepanikan itulah, seorang driver ojol terlihat terjebak di antara massa yang panik.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, pria pengemudi ojol itu terlihat tersungkur setelah tertabrak rantis yang melaju di tengah kerumunan.

Mirisnya, kendaraan taktis tersebut tetap melaju tanpa berhenti, hingga akhirnya melindas tubuh korban yang masih tergeletak di jalan.

Peristiwa yang terekam kamera dan viral di media sosial itu dikecam masyarakat.

Tak terkecuali Pakar Matematika sekaligus influencer, Jerome Polin.

Lewat instagramnya @jeromepolin pada Kamis (28/8/2025) pukul 23.40 WIB, Jerome Polin mengutarakan kekecewaannya atas peristiwa yang terjadi. 

"Rakyat ditabrak pake mobil yang dibelinya pake uang pajak rakyat," tulis Jerome Polin. 

"Rakyat yang ingin menuntut HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," tambahnya.

Tak hanya soal tindakan represif aparat Kepolisian, dirinya juga menyoroti soal sikap anggota DPR RI yang justru Work From Home (WFH) di hari aksi unjuk rasa.

Padahal, menurutnya, anggota DPR selaku perwakilan rakyat mendengarkan aspirasi dan keinginan rakkat.

"Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat 'tolol'. Malah semena-mena," ungkap Jerome Polin.

"Ironis.. sedih sekal0," tambahnya.

Melengkapi postingannya, Jerome Polin mengajak seluruh rakyuat untuk bergerak dan melawan penindasan.

Dirinya mengingatkan kepada masyarakat untuk berhenti apatis agar rakyat tidak lagi semakin susah.

"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan," tulis Jerome Polin. 

Halaman
1234
Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved