Senin, 1 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Regional

Walhi: Penyebab Longsor Maut di Cisarua Bukan Cuaca Buruk

Terungkap penyebab longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat yang mengubur puluhan warga pada Sabtu (14/1/2026). 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Desy Selviany
Tribun Jabar
Kondisi lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2025). 

TRIBUNBEKASI - Terungkap penyebab longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat yang mengubur puluhan warga pada Sabtu (14/1/2026). 

Walhi Jawa Barat menegaskan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat bukan karena cuaca buruk yang menimpa Jawa Barat selama dua hari belakangan.

Namun longsor Cisarua merupakan konsekuensi langsung dari kejahatan tata ruang dan pembiaran kerusakan ekologis di Kawasan Bandung Utara (KBU). 

Abi dari tim Desk Disaster Walhi Jawa Barat seperti dimuat TribuJabar menegaskan tragedi ini justru kembali membuktikan bahwa kebijakan pembangunan yang mengorbankan ruang terbuka hijau telah menjelma menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua selama dua hari sering dijadikan alasan utama terjadinya longsor

Namun narasi tersebut adalah satu kesalahan berpikir yang sangat fatal, karena pada faktanya hujan hanyalah salah satu pemicu.

Sementara penyebab sesungguhnya adalah rusaknya daya dukung lingkungan akibat alih fungsi lahan dan penyusutan ruang terbuka hijau yang dibiarkan berlangsung secara sistematis.

Lereng-lereng perbukitan yang seharusnya menjadi kawasan lindung, kini dipenuhi bangunan, mematikan fungsi resapan air dan membuat tanah kehilangan kestabilannya.

Menurutnya bahwa longsor ini adalah salah satu potret telanjang kerusakan ekologis di Bandung Utara.

“Longsor Cisarua memperlihatkan kehancuran ruang terbuka hijau dan kawasan resapan air di Bandung Utara yang selama ini dibiarkan. Ketika fungsi ekologis dihancurkan, bencana bukan lagi kemungkinan, tetapi keniscayaan,” tegas Abi.

Kawasan Bandung Utara sejatinya merupakan wilayah lindung strategis yangberfungsi menjaga keseimbangan ekologis Bandung Raya. 

Namun fungsi tersebut telah dikorbankan demi kepentingan pembangunan yang eksploitatif. 

Baca juga: Tanggul Sungai Citarum Muaragembong Jebol Lagi, Begini Kondisi Warga

“Negara gagal menjalankan mandat perlindungan lingkungan, sementara warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan dipaksa menanggung risiko yang tidak mereka ciptakan,” ucapnya.

Abi menyebutkan kondisi ini semakin parah akibat ketidakseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan dan melindungi Kawasan Bandung Utara. 

Pembahasan dan penguatan kebijakan pengendalian KBU terus berlarut-larut tanpa kepastian, sementara pelanggaran tata ruang berlangsung terang-terangan di lapangan.

Sumber: TribunJabar.id
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved