Selasa, 2 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

SPBU Juanda Bekasi Catat 22 Kendaraan Mogok Imbas Isi BBM Campur Air 

SPBU Juanda Bekasi Catat 22 Kendaraan Mogok Imbas Isi BBM Campur Air, Pengelola Minta Maaf

Tayang:
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Hironimus Rama
Tribun Bekasi/Rendy Rutama Putra
BBM CAMPUR AIR - SPBU Juanda Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (1/3/2026) sekira pukul 11.30 WIB dalam kondisi stop operasi sementara. Foto: TribunBekasi/Rendy Rutama Putra. 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR - Pihak SPBU Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, merepons video viral terkait adanya temuan BBM atau bensin bercampur air yang membuat beberapa kendaraan mogok.

Pengawas SPBU Juanda Bekasi, Ragil Pambudi, mengatakan, kalau peristiwa itu benar, dan tercatat ada puluhan kendaraan yang terdampak, baik sepeda motor dan mobil.

"Kami juga sudah membuka posko pengaduan dan sejauh ini telah menangani sekitar 18 kendaraan roda dua dan 4 kendaraan roda empat yang mogok," kata Ragil di lokasi, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Temuan Bensin Campur Air, Pengelola SPBU Juanda Bekasi Minta Maaf, Kini Tutup Sementara

Ragil menjelaskan, pihak SPBU masih terus membuka pelayanan Posko Pengaduan di lokasi sehingga konsumen yang merasa dirugikan imbas bensin campuran itu dapat melaporkannya ke pihak SPBU.

"Posko Pengaduan akan dibuka sampai operasional SPBU kembali normal," jelasnya.

SPBU Minta Maaf dan Mengakui Salah

Ragil menuturkan, pihaknya meminta maaf kepada konsumen yang dirugikan. Ia menegaskan campuran air itu ditemukan di bensin berjenis pertalite.

"Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar," tuturnya.

Ragil menyampaikan, selanjutnya pihak SPBU memastikan bertanggung jawab kepada semua konsumen yang terdampak.

Tindakan pertama yang dilakukan pihak SPBU dengan menguras tangki kendaraan di lokasi. Setelah dipastikan tidak ada air, pihak SPBU mengisi BBM kembali secara penuh sesuai pembelian.

Jika kendaraan masih mengalami kendala setelah dikuras, pihak SPBU mengarahkan ke bengkel terdekat yang sudah bekerja sama.

"Biaya perbaikan ditanggung sepenuhnya oleh SPBU, bensin yang terbuang juga diganti dan diisi penuh kembali," ucapnya.

Ragil memaparkan usai kejadian, pihak SPBU menutup sementara operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal itu dilakukan untuk proses investigasi oleh pihak Pertamina di lapangan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved