Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Nasional

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Ini Ciri-ciri Menteri yang Bakal Dicopot Prabowo Subianto

Isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet kembali mencuat beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Desy Selviany
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah Wakil Menteri Kabinet Merah Putih yang baru dilantik berfoto bersama usai pelantikan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024) --- Para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih akan diberi pembekalan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, akhir pekan ini. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNBEKASI - Isu perombakan kabinet atau reshuffle kabinet kembali mencuat beberapa hari terakhir.

Isu reshuffle kembali mencuat di tengah kondisi politik global yang tidak menentu. 

Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengganti sejumlah pembantunya di dalam kabinet.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa pun menjabarkan ciri-ciri menteri atau kepala badan yang bakal dicopot Prabowo Subianto.

Ia berpendapat terdapat tiga faktor yang menentukan pertimbangan Prabowo dalam melakukan reshuffle kabinet.

Di antaranya subjektifitas like and dislike, objektifitas terkait kinerja, dan faktor politis.

"Ada tiga menurut saya yang menentukan presiden melakukan reshuffle yaitu subjektifitas alias suka atau tidak suka, objektifitas terkait kinerja, dan yang paling penting politis dalam arti mengganggu soliditas kabinet atau tidak," kata Hensa seperti dimuat Tribunnews.com.

Di sisi lain, Hensa pun mengingatkan para pejabat menyadari pentingnya meritokrasi di dalam pemerintahan agar birokrasi bisa tercipta secara profesional.

"Buat pejabat, ini penting buat pejabat di sini, kalau emang tidak bisa di bidang itu, jangan diterima kerjaan itu, jadilah pejabat yang meritokrasi," kata Hensa.

Hensa pun menilai terkadang para pejabat di Indonesia tidak menyadari persoalan meritokrasi ini.

Banyak pejabat yang menjalankan suatu jabatan tanpa mengerti tugas dan bidang dari jabatan tersebut.

"Semisal contoh, Nadiem misalnya, kalau tidak bisa jadi menteri pendidikan ya jangan diambil (jabatannya), atau misalnya siapa lah, kalau tidak bisa jadi menteri kehutanan, jangan diambil, yang susah tuh rakyat," ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini berharap kepada semuanya agar lebih memahami perannya masing-masing agar pekerjaan serta hasilnya dapat terlihat dan sejalan.

"Setiap orang punya perannya sendiri-sendiri, saya juga punya peran sendiri, jadi harus hormati peran itu," ujar Hensa.

Sementara Hensa menilai sejatinya reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved