Berita Viral
Seorang Nenek Mengadu ke Pemuda Pancasila karena HP Tak Kunjung Diserahkan Teknisi Toko Ponsel
Viral soal kisah seorang nenek di Kota Medan yang meminta bantuan kepada anggota Pemuda Pancasila.
Ringkasan Berita:
- Kisah viral di Medan memperlihatkan seorang nenek meminta bantuan Pemuda Pancasila setelah ponselnya tak kunjung dikembalikan teknisi meski disebut sudah membayar servis.
- Dua anggota Pemuda Pancasila menelusuri keberadaan ponsel hingga berhasil mengambil dan mengembalikannya kepada sang nenek.
- Aksi tersebut menuai perhatian publik karena dinilai membantu warga kecil mendapatkan kembali haknya.
TRIBUNBEKASI.COM, MEDAN- Viral soal kisah seorang nenek di Kota Medan yang meminta bantuan kepada anggota Pemuda Pancasila.
Sang nenek mendatangi pos penjagaan Pemuda Pancasila setelah ponselnya tak kunjung dikembalikan teknisi toko ponsel.
HP miliknya tidak kunjung kembali padahal biaya servis disebut sudah dibayar.
Mendapat laporan tersebut, dua anggota Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Medan, Taufik dan Juarsa Tarigan melakukan pelacakan hingga berhasil mendapatkan ponsel tersebut dan mengembalikannya kepada sang nenek.
Nenek Datangi Pos Penjagaan untuk Mengadu
Peristiwa bermula saat Taufik (58) berjaga di Kantor Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Medan, Jalan Sutrisno, Kamis (16/4/2026).
Saat itu seorang nenek datang bersama cucunya untuk mengadukan ponsel yang tidak kunjung diserahkan teknisi berinisial P.
Nenek tersebut mengaku sudah menyerahkan ponsel untuk diperbaiki dan membayar Rp150 ribu, namun teknisi tidak dapat ditemui lagi.
“Saya iba lihat ibu ini. Saya seperti melihat ibu saya. Gak tega saya. Makanya saya menolong mereka,” kata Taufik, Jumat (24/4/2026).
Dua Anggota Pemuda Pancasila Telusuri Keberadaan Ponsel
Mendapat aduan itu, Taufik menghubungi rekannya Juarsa Tarigan (44) untuk membantu menelusuri keberadaan teknisi tersebut.
Saat pertama didatangi, teknisi P tidak berada di lokasi.
Beberapa hari kemudian, setelah ditelusuri, diketahui ponsel milik nenek itu sempat berada di tangan seseorang berinisial B.
Menurut Juarsa, persoalan bermula dari biaya servis dan pembelian suku cadang yang membuat ponsel sempat ditahan.
“Usut punya usut, ternyata ceritanya nenek itu perbaiki ponsel ke teknisi P tapi belum kasih uang,” ujar Juarsa dikutip dari kompas.com
Ponsel Akhirnya Dikembalikan ke Pemilik
Setelah mendatangi sejumlah lokasi, Juarsa akhirnya berhasil mengambil ponsel tersebut dan mengembalikannya kepada sang nenek di Kantor MPC Pemuda Pancasila Kota Medan.
Taufik dan Juarsa mengaku senang bisa membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi nenek tersebut.
Aksi mereka pun menuai perhatian publik karena dinilai membantu warga kecil mendapatkan kembali haknya.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
| Profil Ahmad Dzulfikar, Anak Bupati Malang yang Dilantik Jadi Kadis LH |
|
|---|
| Viral Lagu Erika yang Dinyanyikan Mahasiswa Tambang ITB, Liriknya Lecehkan Perempuan |
|
|---|
| Respons Kapolres Solok Kala Rombongan Berhenti dan Foto-foto di Sitinjau Lauik Dikawal Polisi |
|
|---|
| Rey Lapor Balik Intan ke Polisi, Tuding Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan, Ungkit Uang Rp 200 Juta |
|
|---|
| Kronologi Ujian Sains Berujung Maut di Siak, Ledakan Senapan 3D Printer Tewaskan Siswa SMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/lapor-pp.jpg)