Berita Bekasi
Tukang Seblak Menjerit, Kencur Langka dan Harga Naik 2 Kali Lipat
Kenaikan harga plastik hingga bumbu dapur mulai dikeluhkan para pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bekasi.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Desy Selviany
Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
TRIBUNBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN - Kenaikan harga plastik hingga bumbu dapur mulai dikeluhkan para pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bekasi.
Satu contohnya dirasakan Ida, pemilik Seblak Mama Aul yang berlokasi di Jalan Amil Malik, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan.
Ida mengaku, kondisi itu terjadi sudah dalam sepekan terakhir.
Menurutnya, beberapa jenis bahan yang mengalami kenaikan di antaranya plastik, styrofoam, hingga gelas minuman.
“Plastik, styrofoam, sama gelas minuman, yang naik itu harganya” kata Ida kepada Tribun Bekasi di lokasi, Sabtu (11/4/2026).
Ida menjelaskan, kenaikan harga tersebut, berkisar Rp 5.000 hingga Rp 6.000.
Berdasarkan informasi dari pemasok, kenaikan harga ini diduga dipicu oleh kondisi global.
Meski demikian, ketersediaan barang masih relatif aman di pasaran.
“Katanya dampak perang Iran, Amerika dan Israel, makanya naik harga," jelasnya.
Tak hanya bahan kemasan, Ida menuturkan kenaikan juga terjadi pada bahan baku utama, satu contohnya kencur.
Baca juga: Dua Siswi di SMAN 2 Kota Bekasi yang Ribut Hingga Viral Diusulkan Jadi Duta Cegah Kekerasan
Harga kencur bahkan melonjak hampir dua kali lipat dari sebelumnya.
“Ya naiknya banyak, dari Rp 35.000 sampai sekarang Rp. 60.000 per kilogram,” tuturnya.
Ida menyampaikan, kencur tidak hanya mengalami kenaikan harga, melainkan juga beberapa kali terjadi kelangkaan.
Kemudian, ia menduga kenaikan harga kencur terjadi karena belum memasuki masa panen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Seblak-Bekasi.jpg)