Berita Nasional
Prabowo Keliru, Sebut Kenaikan Dolar Tak Berdampak Pada Orang Desa
Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia tidak terlalu butuh dolar menuai kontroversi.
TRIBUNBEKASI-Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia tidak terlalu butuh dolar menuai kontroversi.
Sebelumnya Kepala Negara RI itu menanggapi nilai tukar rupiah yang melemah Rp17.600 terhadap dolar.
Presiden RI pun terkesan meremehkan pelemahan rupiah tersebut dengan mengatakan bahwa orang desa tidak pakai dolar.
"Rupiah begini, rupiah begini, apa? Dolar begini, dolar begini. Orang, rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?" kata Prabowo.
"Pangan aman, energi aman, ya banyak negara panik. Indonesia masih oke," imbuhnya.
Benarkah Indonesia akan aman meski ditindas dolar?
Faktanya para pengamat ekonomi menyatakan bahwa pernyataan Prabowo keliru.
Pengamat ekonomi Prof. Ferry Latuhihin menyebut strategi ekonomi Prabowo itu salah besar apabila mengabaikan kenaikan dolar.
Kata Ferry, melemahnya nilai tukar Rupiah dan kenaikan dolar berdampak pada semua lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pedesaan meski tidak memegang dolar.
"Salah Pak, kalau dolar naik semua orang kena, Pak. Orangutan juga kena, Pak," kata Ferry, dikutip dari video yang diunggah di akun media sosial X (dulu Twitter) milik founder lembaga survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio, @satriohendri, Sabtu (16/5/2026).
Kemudian Ferry menyebut bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan penting, seperti bahan bakar minyak (BBM), kedelai, gula, bahkan jagung dan beras.
Kata Ferry, semua barang yang diimpor dibayar dengan menggunakan dolar.
Maka, harga barang impor akan ikut semakin mahal jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah.
"Bapak inget, impor BBM itu bayar pakai apa Pak, kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena, Pak," ujar alumnus Erasmus University Rotterdam itu.
"Dolar naik, harga minyak naik, emang produksi enggak pakai minyak, Pak? Itu akan dipasang ke harga konsumen akhir ya, sampai sekarang minyak goreng aja Pak, itu udah naik 25 persen, lho. Yang harga Rp36 ribu, udah Rp45 ribu, itu akibat dolar naik, harga minyak naik."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Prabowo-teddy-buruh.jpg)