Senin, 8 Juni 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Nasional

Presiden UGM 2025 Pertanyakan Kompetensi Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN

Tiyo mempertanyakan kompetensi Nanik S Deyang yang tidak ada hubungannya dengan gizi.

Tayang:
Editor: Desy Selviany
ISTIMEWA
KELOMPOK RENTAN - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang menyebutkan MBG diperluas ke kelompok rentan, yakni lansia, pemulung, anak jalanan, disabilitas, anak putus sekolah, hingga masyarakat miskin. 

TRIBUNBEKASI-Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dikritik habis-habisan oleh Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) periode 2025 Tiyo Ardianto. 

Tiyo mempertanyakan kompetensi Nanik S Deyang yang tidak ada hubungannya dengan gizi. 

Kritik pedas ini disampaikan oleh Tiyo di acara Bola Liar Kompas Tv pada Jumat (5/6/2026). 

Diketahui usai Kepala BGN Dadan Hindayana ditangkap karena korupsi makan bergizi gratis (MBG), Presiden RI Prabowo Subianto menununjuk Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang

Mantan wartawan dan komisaris Pertamina itu kini menduduki jabatan tertinggi di BGN

Namun penununjukan ini pun menuai kritik lantaran mempertontonkan pemerintah yang tidak benar-benar serius dengan pengelolaan MBG yang memakan banyak anggaran negara. 

Pasalnya sama seperti Dadan, Nanik tidak memiliki pengalaman di bidang gizi. 

Pun Nanik baru masuk pemerintahan di era Prabowo Subianto lantaran sebelumnya berkarir panjang sebagai wartawan. 

Tiyo pun menyayangkan penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN

Mengingat penunjukan ini mengartikan bahwa Prabowo hanya memilih loyalisnya untuk menangani MBG ketimbang memilih orang profesional sebagai bahan evaluasi. 

Baca juga: Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru Pilihan Prabowo Pengganti Dadan Hindayana

Padahal kata Tiyo, hanya dua hal yang dibutuhkan oleh pejabat yakni kompetensi dan moralitas. 

Namun, di era Prabowo Subianto kedua hal itu tidak terpenuhi pejabat negara. 

"Terpenting pejabat itu kan ada hal yang dimiliki kompetensi dan moralitas. Tapi di era Prabowo, kompetensi enggak ada, moralitas juga enggak, yang penting loyalitasnya," kritik Tiyo. 

Diketahui tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menangani MBG ditetapkan sebagai tersangka korupsi. 

Mereka yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved