Berita Seleb
Penjelasan Child Grooming yang Dialami Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings, Soal Apa?
Istilah Child Grooming kini tengah ramai dibicarakan setelah Aurelie Moeremans menerbirkan bukunya yang berjudul 'Broken Strings'.
Ringkasan Berita:
- Child grooming adalah proses manipulasi orang dewasa terhadap anak atau remaja untuk membangun kedekatan emosional dengan tujuan mengendalikan, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan seksual.
- Modusnya dilakukan bertahap, mulai dari memberi perhatian dan hadiah, membangun ketergantungan emosional, hingga perlahan mengarah pada permintaan pribadi atau seksual tanpa paksaan fisik.
- Dampaknya dapat berlangsung jangka panjang, meliputi trauma psikologis.
TRIBUNBEKASI.COM JAKARTA- Istilah Child Grooming kini tengah ramai dibicarakan setelah Aurelie Moeremans menerbitkan bukunya yang berjudul 'Broken Strings'.
Buku itu bercerita tentang Child Grooming yang dialaminya sewaktu masih berusia belia.
Dia mengatakan bahwa dirinya menjadi korban sejak usia 15 tahun, setelah didekati seorang pria dewasa.
Pria itu disebut memiliki ciri memakai anting di kedua telinganya dan memiliki tindik di bawah bibir.
Cirinya tersebut mirip dengan sosok Roby Tremonti saat muda. Keduanya juga disebut pernah menjalin hubungan bahkan dirumorkan sempat menikah.
Lantas apa itu Child Grooming?
Child grooming adalah proses manipulasi yang dilakukan orang dewasa untuk membangun kedekatan emosional dengan anak atau remaja, dengan tujuan mengendalikan, mengeksploitasi, atau melakukan kekerasan seksual.
Dalam kasus Aurelie, ia mengalaminya saat masih berusia 15 tahun, di mana pelaku menggunakan pendekatan emosional, bukan paksaan fisik.
Pelaku biasanya tidak terlihat berbahaya karena justru tampil sebagai sosok yang perhatian, peduli, dan penuh kasih.
Bagaimana Modus Child Grooming?
Pelaku biasanya melakukan beberapa tahapan berikut:
- Mendekati korban
- Memberi perhatian khusus, sering mengirim pesan, menunjukkan empati, dan membuat korban merasa “dipahami”.
- Membangun ketergantungan emosional
Korban dibuat merasa hanya pelaku yang bisa mengerti dan melindunginya.
Memberi hadiah atau pujian
Seperti uang, barang, atau sanjungan berlebihan untuk memperkuat ikatan.
Mulai mengajukan permintaan
Perlahan mengarah ke hal pribadi dan seksual, seperti meminta foto, video, atau perilaku tertentu.
Semua dilakukan secara halus sehingga korban sering tidak sadar sedang dimanipulasi dikutip dari kompas.com
Mengapa Ini Berbahaya?
Child grooming dapat meninggalkan dampak jangka panjang, antara lain:
- Trauma psikologis
- Rasa bersalah dan malu
- Gangguan kepercayaan pada orang lain
- Depresi dan kecemasan hingga dewasa
- Korban sering merasa bahwa hubungan tersebut adalah “cinta”, padahal sebenarnya adalah bentuk eksploitasi.
Kenapa Sering Tidak Disadari?
Karena grooming:
- Tidak diawali kekerasan
- Disamarkan sebagai perhatian dan kasih sayang
- Membuat korban merasa istimewa dan aman
- Padahal di balik itu ada niat tersembunyi untuk memanfaatkan anak.
| Berharap Tampil Sempurna di Ajang Miss World 2026, Audrey Bianca Konsultasi dengan Dokter Korsel |
|
|---|
| Cerita Desta di Balik Lagu ‘NDOKASIN, OST Kocak untuk Film Warkop DKI Viralin DOoOong |
|
|---|
| Sudah 2 Tahun Tak Pulang ke Rumah, Ibu Minta Ratu Sofya Datang ke Aceh: Pulang Nak Ya |
|
|---|
| Dewi Perssik Maafkan Aldi Taher setelah Sempat Sebut Felice Gabriel Anak Kandungnya |
|
|---|
| Terlilit Utang, Calvin Dores Anak Deddy Dores Tawarkan Mata Rp 350 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Aktris-Aurelie-Moeremans-mengaku-pernah-ditawari-masuk-partai-politik.jpg)