Berita Seleb
Bimbim Slank Akui Terdampak Pelemahan Rupiah, Harga Senar hingga Stik Drum Impor Ikut Naik
Musisi sekaligus drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi, mengaku ikut merasakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah
Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Joseph Wesly
Ringkasan Berita:
- Drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi, mengaku terdampak pelemahan rupiah karena harga perlengkapan musik impor seperti senar gitar dan stick drum menjadi lebih mahal.
- Kenaikan kurs dolar juga memengaruhi harga berbagai kebutuhan rumah tangga impor yang dibeli keluarganya.
- Meski biaya meningkat, Slank tidak berencana menaikkan honor manggung dan berharap kondisi ekonomi serta nilai tukar rupiah dapat membaik.
TRIBUNBEKASI.COM- Musisi sekaligus drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi, mengaku ikut merasakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini menembus level Rp 18.000.
Menurut Bimbim, kenaikan kurs dolar membuat harga berbagai barang impor semakin mahal, termasuk perlengkapan musik yang selama ini digunakan para personel Slank.
"Kita semua kena dampak, termasuk alat musik. Harga senar, stick drum, dan berbagai perlengkapan lain yang masih impor ikut naik," kata Bimbim saat ditemui di Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Alat Musik Impor Jadi Lebih Mahal
Bimbim menjelaskan kebutuhan utama musisi seperti senar gitar dan stick drum masih banyak bergantung pada produk impor. Kondisi tersebut membuat para pelaku industri musik ikut terdampak ketika nilai tukar rupiah melemah.
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada perlengkapan musik, tetapi juga berbagai kebutuhan sehari-hari yang berasal dari luar negeri.
Bahan Pangan Impor Ikut Terdampak
Bimbim menyebut keluarganya juga merasakan kenaikan harga pada sejumlah produk impor yang biasa dibeli untuk kebutuhan rumah tangga.
"Anak-anak suka belanja bahan-bahan impor, sekarang harganya ikut naik karena rupiah melemah," ujarnya.
Slank Tak Akan Naikkan Honor
Meski biaya kebutuhan dan perlengkapan musik meningkat, Bimbim memastikan Slank tidak berencana menaikkan tarif manggung atau honor penampilan.
Ia menilai langkah tersebut justru akan memberatkan pihak yang ingin mengundang Slank untuk tampil dalam berbagai acara.
"Nggak mungkin naikin honor. Kasihan yang mau manggil Slank," katanya.
Harap Kondisi Ekonomi Membaik
Bimbim berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk memperkuat kondisi ekonomi sehingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat berkurang.
Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini dirasakan banyak kalangan, termasuk musisi yang masih bergantung pada berbagai peralatan impor untuk menunjang aktivitas mereka di industri musik.
Baca berita TribunBekasi.com lainnya di Google News
| Dipersulit Bertemu Anak, Ruben Onsu Ngambek hingga Hentikan Beri Nafkah, Pengacara: Itu Normal |
|
|---|
| Adhisty Zara Umumkan Pernikahan dan Kehamilan, Ini Sosok Abdullah Tsaqib yang Kini Jadi Suaminya |
|
|---|
| TIGGI BAND Rilis Single Baru Berjudul Drinking Coconut In The Sand |
|
|---|
| Respons Ruben Onsu Usai Sarwendah Sebut Tak Diberi Nafkah Anak Selama 6 Bulan |
|
|---|
| Adhisty Zara Umumkan Pernikahan, Momen Romantisnya Langsung Viral |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Bimbim2.jpg)