Berita Karawang
Tumbuhkan Minat Baca Warga Binaan, Lapas Kelas IIA Karawang Segera Luncurkan Perpustakaan Digital
"Ini layanan baru, dan tidak ada di Jawa Barat selain di Lapas Karawang. Perpustakaan digital ini diharapkan dapat menumbuhkan minta baca warga binaan
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Karawang, Jawa Barat merencanakan segera meluncurkan program perpustakaan digital.
Program ini diharapkan dapat menimbulkan minat baca bagi warga binaan Lapas Kabupaten Karawang.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang, Lenggono Budi, mengatakan perpustakaan digital ini segera diresmikan dalam waktu dekat ini.
Program ini juga sudah masuk dalam daftar program yang dicanangkan.
"Ini layanan baru, dan tidak ada di Jawa Barat selain di Lapas Karawang. Perpustakaan digital ini diharapkan dapat menumbuhkan minta baca warga binaan," kata Budi, pada Jumat (20/8/2021).
Dia mengatakan, perpustakaan digital di lapas ini nantinya bakal dijadikan project percontohan layanan fasilitas di seluruh lapas yang ada di Jawa Barat.
Dijelaskannya, program perpustakaan digital ini diinisiasi oleh Kasie Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Karawang.
"Perpustakaan digital ini nanti bisa dijadikan percontohan bagi lapas-lapas lain untuk mengembangkan fasilitas layanannya," jelasnya.
Bupati Karawang Cellica Nurachadiana menyambut baik adanya program perpustakaan digital yang digagas oleh Lapas Karawang ini.
Dia sangat mengapresiasi dengan inovasi yang dilakukan oleh Lapas karawang. Pemkab Karawang siap mendukung untuk mewujudkan program tersebut.
Bentuk dukungan itu dengan memerintahkan Dinas Perpustakaan dan Kerarsipan Kabupaten Karawang agar terus mengawal program tersebut.
"Kami juga akan memberikan bantuan berupa komputer yang diharapkan dapat bermanfaat bagi masa depan warga binaan yang ada di Lapas kelas IIA Karawang," ungkap dia.
Cellica menambahkan perpustakaan menjadi salah satu andalan pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat secara mandiri atau biasa disebut Pustaka berbasis inklusi sosial.
Dalam penerapannya, mereka membaca, memperdalam kajian-kajian yang ada di dalam buku kemudian diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
Maka dati itu, diharapkan dengan adanya perpustakaan digital ini bisa bermanfaat untuk warga binaan.