Jumat, 24 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Bekasi

Dani Ramdan Janji Telusuri Pabrik Pencemar Air Kali Cilemahabang Menjadi Hitam

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan berjanji untuk menelusuri siapa atau pabrik yang mencemari air Kali Cilemahabang hingga menghitam seperti oli.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan saat menghampiri warga yang sedang mandi di pinggir Kali Cilemahabang. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menjelaskan telah bekerjasama dengan pimpinan Forkopimda untuk menelusuri dugaan pencemaran Kali Cilemahabang, Desa Suka Karya, Kecamatan Karangbahagia.

Bahkan pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pihak pabrik yang diduga melakukan penceman sungai sehingga membuat airnya menghitam bak oli.

Baca juga: Tetapkan KLB, Dinas Kesehatan Jamin Biaya Pengobatan Korban Keracunan Nasi Berkat di Karawang

"Setelah ini kami Forkopimda akan mengecek ke pabrik-pabrik untun melihat pengelolaan limbah yang diduga membuat sungai ini hitam," ujarnya, Senin (6/9/2021).

"Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan, sekarang akan kita coba panggil dan kita tunjukan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah, tentu akan kita tindaklanjuti setelah temuan di lapangan," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya akan membuat satgas yang melibatkan masyarakat guna membantu pemantauan terhadap pencemaran lingkungan.

"Kami juga bisa bentuk satgas dari perangkat hukum dan masyarakat pecinta lingkungan untuk melakukan pengawasan harian," katanya.

"Kalau kami kan enggak mungkin mantau 24 jam di sini ya, jadi masyarakat setempat akan kami libatkan untuk mengawasi pabrik pembuang limbah itu agar laporan itu akan kami tindaklanjuti," tuturnya.

Baca juga: Pemprov DKI Gandeng TNI-Polri Razia Tempat Hiburan Bandel Seperti Kafe Holywings

Pasalnya, aliran Kali Cilemahabang hingga kini masih dipergunakan warga sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti untuk menyuci baju, beras, piring dan bahkan mandi.

"Masyarakat masih menyuci di pinggir sungai karena memang sumber air utama," kata Ramdan.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan mendatangi lokasi Kali Cilemahabang di perbatasan antara Desa Sukakarya, Kecamatan Karangbahagia dan Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Senin (6/9/2021).

Ramdan yang datang didampingi pimpinan Forkopimda, melihat secara langsung warna air Kali Cilemahabang yang menghitam seperti oli saat petugas melalukan pembersihan sampah.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat ini, juga menemui langsung para warga saat suplai air bersih berlangsung.

Baca juga: Sri Mulyani Butuh Masukan Masyarakat Terkait Penerima Bansos agar Tepat Sasaran

"Bu, memang kalau air minum biasanya dari mana? Di sini ada yang punya sumur enggak?" tanya Ramdan kepada warga di lokasi.

Para warga mengungkapkan bahwa selama biasa membeli bahan baku air minum dari pedagang air.

"Kalau air minun beli dari tukang panggul. Enggak ada di sini mah yang punya sumur Pak," jawab seorang warga.

Ramdan kembali bertanya sudah berapa lama warga memanfaatkan air di Kali Cilemahabang untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia pun menggelengkan kepalanya saat mendengar jawaban para warga.

"Sudah 10 tahun, ya buat mandi, air wudhu, nyuci. Ya habis gimana, orang enggak punya (sumur)," kata warga tersebut.

Baca juga: Kepsek SDN Bekasi Jaya V Senang Sekolah Kembali Ramai saat Penerapan PTM

Ramdan menjelaskan bahwa pihaknya akan segera berupaya untuk menuntaskan masalah dugaan pencemaran limbah yang membuat Kali Cilemahabang menghitam.

"Setelah ini kami Forkopimda akan mengecek ke pabrik-pabrik untuk melihat pengelolaan limbah yang diduga membuat sungai ini hitam," ujarnya.

"Kapolres dengan jajarannya sudah melakukan pengamatan, sekarang akan kita coba panggil dan kita tunjukkan dampak dari kegiatan mereka membuang limbah, tentu akan kita tindaklanjuti setelah temuan di lapangan," lanjutnya.

Warga yang tinggal di pinggir Kali Cilemahabang, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, telah lama memanfaatkan air kali untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun sayangnya, air Kali Cilemahabang telah lama tercemar dan warnanya pun menghitam bak oli sejak beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Polda Metro Jaya Gelar Razia Holywings Epicentrum, Buntut Melanggar Aturan PPKM Level 3 Jakarta

Meski begitu, mayoritas warga yang tak memiliki fasilitas air bersih tersebut, masih menggunakan air yang tercemar untuk menyuci baju, piring dan mandi.

"Ya emang dari dulu pakai air ini, kalau mau mandi, nyuci, dulu mah bersih kalinya," tutur seorang warga bernama Nyai (85) di lokasi, Senin (6/9/2021).

Nyai menyatakan dirinya tak merasa jijik dan menilai bahwa air yang dipergunakannya bersih.

Namun saat ditujunjukkan, air yang ditampung di dalam piring terlihat menghitam dan terdapat kotoran bekas lumpur.

Sama seperti Nyai, waga lain bernama Wini (41) juga memanfaatkan air Kali Cilemahabang untuk kebutuhan sehari-hari.

Wini menyadari bahwa air yang digunakannya terlihat kotor, namun ia memiliki cara tersendiri sebelum mempergunakannya.

Baca juga: PT KAI Klaim Uji Coba Aplikasi Peduli Lindungi di 11 Stasiun Kereta Api Lancar

"Kalau saya nih, airnya ditampung dulu, terus kasih pemutih pakaian, tunggu sebentar, jadinya jernih, baru saya pakai mandi," ujar Wini. 

Dikatakan Wini, air mulaj menghitam sejak empat tahun lalu. Meski telah mengajujan keluhan, hingga kini belum ada tindak lanjut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved