Berita Daerah
Warga Minta Vaksin Booster Gratis, Wagub DKI: Habis Dong Uang Pemerintah
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak bisa memenuhi permintaan masyarakat terkait vaksin booster (dosis ketiga). Sebab tak ada anggaran lagi.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai banyak masyarakat yang menginginkan vaksin booster atau dosis ketiga Covid-19 secara gratis.
Pasalnya vaksin booster diyakini mampu memberikan perlindungan maksimal dari potensi bahaya Covid-19.
Baca juga: Hatta Rajasa Sanjung Pembangunan JTTS yang Menghemat Jarak Tempuh Lampung-Banda Aceh hingga 60 Jam
“Orang yang ingin booster merasa lebih terjamin, tapi masak semua harus dibayar pemerintah. Habis dong uang pemerintah kalau semua dibayarin,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Kamis (9/9/2021) malam.
Menurutnya, masih banyak proyek kegiatan yang harus didanai oleh pemerintah selain program vaksin.
Misalnya menata infrastruktur, perlindungan sosial bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, dan sebagainya.
“Kalau ingin (dosis) yang ketiga dan seterusnya, ya saya kira pemerintah harus bijak karena banyak sekali yang harus dibiayai dari pembangunan, kesejahteraan, keadilan dan sebagainya,” ujar Ariza.
Kata dia, sejauh ini pemerintah memberikan vaksin Covid-19 dosis satu dan dua secara gratis kepada masyarakat.
Baca juga: Demokrat Karawang Komitmen Berkoalisi dengan Rakyat, Disampaikan saat HUT ke-20 Partai Demokrat
Untuk vaksin booster, saat ini hanya difokuskan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang lainnya.
“Ke depan bisa saja pemerintah mengambil kebijakan kalau ingin yang booster diserahkan kepada swasta (dengan cara) bayar,” katanya.
Karena itu, Ariza meminta kepada khalayak untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
Sebab bisa saja pemerintah mengizinkan masyarakat mendapatkan vaksin dosis ketiga dengan cara mandiri di rumah sakit swasta atau tempat-tempat yang disediakan.
“Kalau kalian kan dikasih makan gratis, kalau nambah ya bayar kan bisa begitu," ujarnya.
"Vaksin gratis, kalau mau nambah bisa saja (bayar), jadi nanti kita tunggulah dari pemerintah pusat punya kebijakan,” tambah mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.
Baca juga: Ditjenpas Klaim Miliki Mekanisme Jika Terjadi Kebakaran di Lapas, Kenapa Bisa Jatuh Puluhan Korban?
Seperti diketahui, Co-Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif menyesalkan ada pejabat yang melaksanakan vaksinasi dosis ketiga.
Padahal, vaksinasi dosis ketiga diprioritaskan untuk tenaga kesehatan.
Terlebih lagi masih banyak masyarakat di daerah di luar Jakarta masih kesulitan mengakses vaksinasi Covid-19.
“Ini harus ditindaklanjuti dengan serius karena menyangkut moral dan vaksin equity yang menjadi salah satu dasar penting bagi kita,” kata Arif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/ariza-1.jpg)