Berita Bekasi

Antisipasi Konflik, Dani Ramdan Minta Camat Jembatani Komunikasi Pengembang-Nelayan Soal Reklamasi

Ruang diskusi bersama nelayan sangat diperlukan agar tak ada pihak yang merasa dirugikan akibat proyek reklamasi, sehingga tak memicu konflik

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Samsur Nelayan Pantai Muara Tawar menolak kegiatan reklamasi di wilayahnya. 

"Kami tidak menolak adanya industri, tapi harusnya jangan merugikan kami sebagai nelayan laut, dengan seenaknya melakukan reklamasi pantai hingga membuat kami para nelayan mengalami penurunan mata pencarian saat menangkap ikan, kerang dan lainnya" kata Samsur di lokasi.

Samsur menambahkan kegiatan reklamasi telah berlangsung selama 2 bulan terakhir.

Setelah terdapat aktivitas pengerukan, ia mengaku pendapatannya sebagai nelayan semakin berkurang.

Baca juga: ‘Ngerinya’ Tugas Tim Biawak Dinas LH Kabupaten Bekasi, Kulit Gatal dan Upahnya Rp70 Ribu per Hari

Baca juga: Dani Ramdan Dorong Keterlibatan Perusahaan Swasta Kabupaten Bekasi Kembangkan Prestasi Atlet

"Sebelum ada proyek reklamasi, saya masih bisa menyekolahkan anak saya, bahkan saudara saya ada yang sampai berangkat haji, tapi sekarang buat makan saja saya bingung," ujarnya.

Ia juga mengaku tak ada sosialisasi atau koordinasi dari pihak swasta sebelum melakukan penggarapan proyek reklamasi.

"Datang (dong) ke masyarakat, kita ada camat, ada lurah, ada kades, mari duduk bareng-bareng," ucap Samsur.

Sementara itu, Kepala Dusun Pantai Makmur yang membawahi 4 RW, Madinah menjelaskan pihaknya akan berupaya menyampaikan aspirasi para nelayan yang resah akibat kegiatan reklamasi.

"Saya sebagai Kadus empat RW hanya mengawa, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan ratusan nelayan di tempat kami. Kami berharap bisa duduk bareng menyelesaikan permasalahan para nelayan bersama swasta," tutur Madinah.

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved