Berita Bekasi
Delapan Tahun Pakai Air Sumur buat Mandi, Masak, Cuci Baju, Warga Kampung Kedungringin Gatal-gatal
Namun demikian, menggali sumur lebih dalam juga bukan pilihan lantaran kualitas air tetap buruk.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Air sumur bewarna hitam yang disaring warga Kampung Kedungringin untuk kebutuhan sehari-hari.
Terdesak kebutuhan, ia terpaksa menyaring air bewarna hitam itu menggunakan alat yang sangat sederhana.
Pasir putih, busa dan baju bekas diletakkannya di dalam ember yang telah dilubangi dan disambungkan dengan pipa.
Perlu setidaknya 3 kali proses penyaringan hingga airnya berubah jernih. Meski begitu, baunya tetap melekat.
"Jadi gitu saja terus, kita harus saring berkali, kalau kita enggak saring, enggak bisa kepakai," tutur Suryati.
Kondisi tersebut juga dirasakan ratusan warga Kampung Kedungringin lainnya. Merrka berharap agar nasibnya lebih diperhatikan Pemkab Bekasi.