Minggu, 12 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Daerah

Andi Yansyah Optimistis Menurunnya Kasus Covid-19 di DKI Buka Peluang Perusahaan yang WFO Bertambah

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan penurunan kasus Covid-19 adalah kabar baik bagi perusahaan.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan jumlah perusahaan yang WFO bisa bertambah. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan melandainya kasus Covid-19 membuka peluang aktivitas normal kembali.

Dalam hal ini, jumlah perusahaan esensial yang melakukan work from office (WFO) dengan kapasitas 100 persen di Ibu Kota terus bertambah.

Baca juga: Peringati World Rabies Day Ribuan Hewan di Kota Bekasi di Vaksin 

Menurut Andri, hal itu dimungkinkan mengingat penerapan PPKM pun semakin longgar.

"Nanti tidak menutup kemungkinan kalau uji cobanya ini berjalan baik,” ujarnya, Senin (27/9/2021).

“Jadi bukan tidak mungkin kalau bagus akan ditambah jumlahnya, kalau jelek ya akan dicabut. Mudah-mudahan semua berjalan baik," imbuh Andri.

Diketahui, sudah ada 65 perusahaan esensial yang melakukan uji coba WFO 100 persen.

Kendati demikian, kata Andri, sejauh ini belum ditemukan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada perusahaan tersebut termasuk klaster penyebaran Covid-19 di 65 perusahaan tersebut.

Baca juga: Atlet Dayung Jabar Raih Medali Emas Nomor Kayak Double 1000 Meter Putra

Sehingga, perusahaan ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan esensial lainnya untuk uji coba ditahap berikutnya.

"Bisa ditularkan kepada perusahaan-perusahaan agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, tidak menutup kemungkinan ini akan ditambah karena juga disamping kita melakukan monitoring sebagai pemerintah daerah, pemerintah pusat juga selalu melakukan monitoring dan evaluasi," tutupnya.

Adapun perinciannya yaitu empat perusahaan di Jakarta Pusat, 22 perusahaan di Jakarta Utara, 11 perusahaan di Jakarta Barat, empat perusahaan di Jakarta Selatan dan 24 perusahaan di Jakarta Timur.

Sebelumnya, Sekjen Koalisi Masyarakat Profesi dan Asosiasi Kesehatan (KOMPAK) Dedi Supratman mengingatkan pemerintah tidak mengendurkan penanganan pandemi, meski kasus Covid-19 menurun.

Menurutnya, pengenduran kebijakan penanganan Covid-19 akan membuat masyarakat menganggap pandemi telah usai.

Baca juga: Belum Ikut Pelatihan, Peserta Kartu Prakerja Gelombang 18 Hingga 21 Diikutsertakan di Gelombang 22

"Kita ingin mengingatkan pemerintah, PR belum selesai," ujarnya.

"Organisasi profesi melihat situasi saat ini memang sudah menurun, tetapi kami khawatir," imbuhnya.

"Jangan sampai masyarakat memaknainya seolah sudah beres atau sudah terkendali," kata Dedi dalam webinar MNC Trijaya, Sabtu (21/8/2021).

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved