Berita Kriminal
Penembakan Tokoh Agama di Kota Tangerang Ternyata Dipicu Urusan Ranjang
Kasus penembakan tokoh agama di Kota Tangerang akhirnya terungkap. Ternyata didasari oleh persoalan ranjang.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Kasus penembakan misterius terhadap tokoh agama di Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten dipicu urusan ranjang. Penembakan itu sudah direncanakan oleh pelaku utama.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa pihak penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota membentuk tim untuk mengungkap penembakan yang terjadi Sabtu (18/9/2021).
Baca juga: Pandemi Covid-19, Presiden Jokowi: Indonesia Beranjak Membaik, Rumah Sakit Tak Lagi Disesaki Pasien
Hasilnya didapat bahwa motif penembakan terhadap pria inisial A (39) dipicu dari profesinya sebagai paranormal.
Kata Yusri, awalnya tersangka inisial M memiliki dendam terhadap A. Dendam dipicu dari peristiwa 10 tahun lalu dimana istrinya M pernah ditiduri oleh A dengan iming-iming pengobatan alternatif.
"Karena ada sms yang sempat bocor ke tersangka M baru diketahui sekitar dua tahun lalu. Kemudian istrinya mengaku saat berobat diminta berhubungan intim oleh A," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Selasa (28/9/2021).
Karena mengetahui istrinya diperdaya oleh A, kemudian M merencanakan pembunuhan. Ia meminta tersangka lain Y mencari dua eksekutor untuk membunuh A.
Baca juga: Kondisi Terkini Pelawak Tukul Arwana Setelah Operasi, Dokter RSPON: Sudah Mulai Responsif dan Stabil
Kemudian Y memberikan satu eksekutor inisial K dan satu joki inisial S. Keduanya diperintahkan menembak A dengan iming-iming uang Rp50 juta.
"Sementara Y mendapat imbalan Rp10 juta untuk menghubungkan M dengan dua tersangka lainnya," jelas Yusri.
Saat eksekusi M serahkan uang tunai senilai Rp35 juta kepada eksekutor berikut sepucuk senjata kaliber 32.
Kata Yusri, saat itu S dan K sudah mengintai korban selama empat hari di rumahnya.
Mereka mencari waktu yang pas saat A tengah sendirian.
Baca juga: Gilbert Simanjuntak Sesali Fraksi yang Tolak Interpelasi Formula E Hanya Berkoar di Kafe
Kemudian pada Sabtu (18/9/2021) usai pulang dari masjid, A ditembak oleh K dengan sambil mengendarai sepeda motor.
Akibat tembakan itu, A alami luka di bagian pinggang. Nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke rumah sakit.
Diketahui sebelumnya selain seorang tokoh agama, korban penembakan di Kunciran, Pinang, Tangerang, Banten inisial A (39) juga berprofesi sebagai ahli pengobatan alternatif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan bahwa memang benar korban adalah anggota majelis taklim di sekitar kediamannya.
Baca juga: Begini Antusiasme Ratusan Warga di Kecamatan Cabanbungin Bekasi Jalani Vaksinasi Covid-19 Malam Hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Rilis-Kasus-Penembakan-Tokoh-Agama.jpg)