Berita Bekasi

Lasdo tak Habis Pikir Jadi Korban Penganiayaan Gara-gara Dituduh Curi Sandi Wifi Tetangga

Lasdo tak habis pikir, hanya karena tuduhan mencuri sandi wifi, tetangganya nekad membacok kepalanya dengan kapak.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Lasdo yang jadi korban penganiayaan akibat dituduh mencuri wifi tetangganya sendiri. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI - Lasdo (35) hingga kini masih keheranan dirinya bisa jadi korban penganiayaan hanya karena dituduh mencuri wifi tetangganya berinisial EM (60) di Karanganyar Residence, Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Senin (11/10/2021).

Terdapat beberapa alasan yang menyebabkan dirinya tidak habis pikir dianiaya oleh terduga pelaku menggunakan kapak hingga nyaris menyebabkan dirinya tewas.

Baca juga: Anggaran tak Ada, Pemkab Karawang Segera Perbaiki SDN Bayurkidul 1 yang Roboh Lewat CSR Perusahaan

"Pertama nih, saya mohon maaf, saya kan punya warung. Saya sama istri setiap hari sibuk kerja nganterin gas sama air. Ibaratnya enggak ada waktu buat santai-santai, boro-boro pakai wifi tetangga, nikmatin wifi di rumah saya sendiri saja jarang," ungkap Lasdo saat ditemui di kediamannya, Selasa (12/10/2021).

Lalu, ia mengaku tak memiliki kompetensi untuk melakukan peretasan sandi wifi milik EM yang tinggal hanya berjarak 15 meter saja dari rumahnya.

"Ya intinya saya bukan hacker, dagang saya mah kerjanya, gimana cara saya tahu password wifi dia? Enggak ngerti saya mah gitu-gituan," tuturnya.

Dari segi ekonomi, sambung Lasdo, ia menilai bahwa dirinya masih mampu membayar tagihan wifi miliknya sendiri sehingga tidak mungkin dia mencuri wifi milik orang lain.

Baca juga: Atap SDN Bayurkidul 1 Karawang Roboh, Kadisdikpora: Ada 920 Ruangan Kelas Harus Direhab

"Ini mohon maaf lagi nih, saya juga ada wifi di rumah, masih bisa lah saya bayar wifi saya sendiri, enggak usah pakai nyolong-nyolong wifi orang lain," kata Lasdo.

Terlebih lagi, meski jarak rumah keduanya hanya dipisahkan gang, namun radius wifi standar di rumah EM, tak akan mampu menjangkau lokasi rumahnya.

"Ya logika saja, nyampe enggak itu wifi dia ke rumah saya? Wifi dia kebaca juga enggak di HP saya, karena emang enggak nyampe radiusnya," ucapnya.

Baca juga: Aep Syaepuloh Ungkap Langkah Strategis yang Dilakukan Pemkab Karawang untuk Atasi Kemiskinan Ekstrem

Ia pun tak mengerti alasan EM yang bersih keras hendak membunuhnya akibat tudinya yang menurutnya tak beralasan.

"Itu wifi rumah dia unlimited, bayarnya Rp150.000, flat sampai sekarang enggak naik-naik. Kalau dibilang wifinya lemot gara-gara saya, ya mana saya tahu alasannya. Orang saya saja punya wifi sendiri kok," tutur Lasdo.

Karena itu lah, Lasdo mengalami luka bacok di bagian kepala.

Ia terkena bacokan kapak oleh terduga pelaku berinisial EM (60) saat penganiayaan terjadi di rumahnya, kawasan Perumahan Karanganyar Residence, pada Senin (11/10/2021) lalu.

Baca juga: Usai Masuk ke Holding Ultra Mikro, Status ‘Perseroan’ Pegadaian Menghilang

"Ini luka sobek delapan jahitan di kepala bagian kiri," kata Lasdo.

Lasdo menceritakan setelah pelaku melarikan diri meninggalkan motornya di depan rumah, ia langsung ditolong oleh warga untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan intesif.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved