Rabu, 29 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Berita Nasional

Punya Tiga Sektor Potensial Indonesia Optimistis Memasuki 5.0 Seperti Jepang

"Semoga Indonesia dapat mencapai masyarakat 5.0 seperti Jepang, dengan adanya beberapa teknologi sebagai penunjangnya," ucap Bambang. 

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo telah membuka acara JGF bertempat di studio Kompas TV pada Kamis, (21/10/2021) pukul 08.00.  

Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo telah membuka acara JGF bertempat di studio Kompas TV pada Kamis, (21/10/2021) pukul 08.00. 

Gubernur Lemhannas  RI menyampaikan pemikiran post modernism telah terevolusi dan merevolusi pemikiran manusia.

Ini membuat manusia menjadi berpikir secara lebih rasional dan pragmatis.

Realita palsu bisa juga dibuat atau dipancing oleh teknologi yang membantu orang lebih memiliki imajinasi yang lebih kuat dengan adanya penggunaan teknologi artificial. 

"Jadi, kemajuan dari ilmu pengetahuan dan teknologi punya dampak yang besar terhadap peradaban manusia," katanya. 

Menurutnya,Agus Widjojo mengatakan perkembangan atau kemajuan teknologi, pandemi, politik, kesenjangan sosial, kekurangan sumber daya,  akan mempengaruhi masa depan manusia dan kemanusiaan. 

Hal ini juga menimbulkan adanya dominasi agama terhadap teknologi dan juga adanya perkembangan ide-ide keagamaan.

"Kita telah mencapai titik dimana kita harus menentukan masa depan kita apakah akan lebih bersatu atau lebih terpecah-pecah dan pilihan-pilihan yang ada di hadapan kita akan terkait dengan pencapaian tujuan  universal melalui harmonisasi dua sudut pandang yang saling bertentangan.

Untuk mengaitkan dua sudut pandang ini, kata Agus Widjojo, harus ada analisis dan bukti bahwa kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas di setiap kejadian.

"Toleransi harus menjadi konsep utama karena subyek dan obyek akan terus berinteraksi," ucap Agus. 

Pada saat manusia bereaksi terhadap perubahan  politik,  kultural, dan teknologi, maka menurut Agus Widjojo akan membawa disrupsi. "Disrupsi harus menjadi katalisator untuk pencerahan demi masa depan yang lebih baik bagi manusia," katanya. 

Karena itu,teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai sebuah peradaban itu sendiri, tapi seharusnya menjadi alat untuk kemajuan manusia dan kemanusiaan. 

Hidup manusia akan terbantu oleh kemajuan teknolog dan kecepatan pengembangan teknologi. Ini  telah membawa banyak konsekuensi positif maupun negatif.

"Kalau tidak kita kelola dengan baik hal ini bisa membahayakan peradaban," katanya. 

Serupa dengan itu, dogma-dogma agama juga bisa menghambat atau membahayakan peradaban. Pemikiran mainstream dapat berujung pada musnahnya peradaban.

Sumber: Wartakota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved