Berita Karawang
Manajemen RSUD Karawang Siapkan Strategi Tepat Hadapi Gelombang Ketiga Virus Covid-19
Manajemen RSUD Karawang tak mau kecolongan. Mereka pun bersiap diri dengan strategi tepat menghadapi kemungkinan adanya gelombang ketiga Covid-19.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang tengah bersiap-siap untuk antisipasi gelombang ketiga Covid-19.
Plt Direktur RSU Karawang, dr Fitra Hergyana mengatakan pihaknya sudah bersiap-siap untuk menanggulangi prediksi gelombang ketiga Covid-19.
Baca juga: Saat Milad ke-109 Muhammadiyah, Anies Berpesan Terus Menjadi Teladan bagi Semua
Prediksi ini juga sudah disampaikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas potensi terjadinya gelombang ketiga virus Corona.
"WHO, Kemenkes dan Pak Presiden Joko Widodo mengingatkan agar setiap daerah dan rumah sakit daerah melakukan persiapan kemungkinan gelombang ketiga," kata Fitra, pada Jumat (19/11/2021).
Fitra menuturkan, sejumlah persiapan yang dilakukan RSUD Karawang yakni adalah mengubah kasur rawat inap pasien biasa untuk tempat tidur pasien Covid-19.
Baca juga: Anya Geraldine Sedih tak Bisa Hadiri Launching Film Barunya, Terpaksa Jalani Operasi Usus Buntu
"Memperkuat strategi kesiapan dalam isu atau prediksi adanya gelombang ketiga kenaikan kasus Covid-19, dengan siap merubah kapasitas bed rawat inap pelayanan non-covid menjadi pelayanan isolasi Covid-19," kata Fitra.
Nantinya, jumlah bed yang akan disiapkan untuk pasien Covid-19 akan berjumlah 150. Jika itu kurang, pihaknya juga sudah mempersiapkan gedung khusus pasien Covid-19 dengan kapasitas sekira 100 pasien.
"Kita bercermin pada puncak kasus tertinggi Covid-19 pada bulan Juli 2021. Dengan persiapan itu dirasa cukup, ditambah juga kan rumah sakit swasta lainnya juga menyiapkan kamar khusus pasien Covid-19," bebernya.
Baca juga: MUI Kota Bekasi Nonaktifkan Farid Okbah dari Anggota Komisi Fatwa, Cegah Perusakkan Citra Organisasi
Selain persiapan kamar, kata Fitra, pihaknya mempersiapkan 78 dokter spesialis dan dokter umum untuk penanganan pasien Covid-19.
Sejumlah perawatan tambahan juga disiagakan jika terjadi lonjakan kasus.
"Tapi tentu gelombang ketiga ini tidak kita harapkan terjadi. Supaya semua ekonomi bisa pulih teman-teman kerja bisa nyaman bisa kumpul keluarga dan maksimal mencari nafkah nafkah," kata Fitra.