Berita Kriminal
Minta Hasil Autopsi, Kakak Kandung Korban Mutilasi Datangi RS Polri Kramatjati
Andriansyah datang untuk meminta hasil autopsi potongan tubuh adik kandungnya yang menjadi korban mutilasi, kepada petugas RS Polri Kramat Jati.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM — Kakak kandung korban mutilasi Ridho Suhendra, Andriansyah Tambunan, sudah berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur sejak Senin (29/11/2021) pagi.
Andriansyah datang untuk meminta hasil autopsi potongan tubuh adik kandungnya yang menjadi korban mutilasi, kepada petugas RS Polri Kramat Jati. "Saya datang ke sini mau minta hasil autopsi," kata dia.
Andriansyah mengaku, dirinya baru tahu sang adik meninggal pada Sabtu (27/11/2021) malam.
Dia membenarkan bahwa potongan tubuh adiknya sudah ditemukan semuanya oleh aparat kepolisian dan diserahkan ke RS Polri Kramatjati. "Karena belum terbukti hasilnya, makanya enggak boleh dibawa pulang," jelas dia.
Baca juga: Keluarga Korban Ungkap Momen Terakhir Sebelum Ridho Ditemukan Tewas Dimutilasi
Andriansyah melanjutkan, pihak keluarga sudah menyiapkan makam untuk adiknya di daerah Bekasi. Namun ia tidak mengetahui lokasi persisnya karena itu keputusan dari ibu dan keluarga besarnya.
"Dia itu jualan kopi, rokok dan warung kecil-kecilan gitu, sambil gojek," ucapnya.
Ditemukan terpisah
Sebelumnya diberitakan, seluruh bagian tubuh korban mutilasi di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sudah ditemukan aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan mengatakan potongan tubuh korban mutilasi itu ditemukan terpisah antara perbatasan Tambun dan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Jadi potongan tubuh yang dimutilasi semua sudah berhasil ditemukan oleh Polres Metro Bekasi. Jadi sudah ditemukan semuanya," ujar Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan (28/11/2021).
Baca juga: Beri Apresiasi kepada Polisi, Keluarga Korban Minta Pelaku Mutilasi Dihukum Mati
Zulpan mengatakan potongan kepala dan kaki di buang di tempat terpisah. Namun jaraknya tak terlalu jauh sehingga mudah ditemukan kepolisian.
Ada tiga tersangka ditetapkan dalam kasus mutilasi tersebut yakni MR (25), MAP (29) dan RN (DPO).
Ketiganya memutilasi RS dilatarbelakangi karena sakit hati oleh peringai RS. Salah satunya MAP yang kesal karena istrinya pernah dicabuli korban.
Empat Bagian
Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan menambahkan bahwa ketiga pelaku mutilasi tersebut memotong tubuh korban RS (28) menjadi empat bagian.
Proses mutilasi dilakukan di penitipan motor Mitra samping Gedung Juang, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Andri-29nov.jpg)