Senin, 13 April 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Transjakarta Kecelakaan

Geram Sering Kecelakaan, Legislator DKI Sesalkan Direksi Transjakarta Justru Asyik Nonton Tari Perut

Dalam rapat itu Adi merasa ironi, kasus kecelakaan bisa dialami Transjakarta hingga enam kali dalam kurun waktu 40 hari.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Warta Kota/Miftahul Munir
Bus TransJakarta dari arah Cawang, Jakarta Timur menuju Harmoni, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat menghantam Pos Polisi Lalu Lintas di dekat PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur Kamis (2/12/2021) siang. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Insiden kecelakaan yang dialami mitra operator dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membuat geram anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi.

Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta di bidang transportasi, Adi menilai seharusnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat lebih optimal.

Hal itu diungkapkan Adi Kurnia saat rapat kerja dengan PT Transjakarta di Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (6/12/2021).

Dalam kesempatan itu hadir Direktur Utama PT Transjakarta Mochammad Yana Aditya, Direktur Operasional Transjakarta Prasetia Budi dan jajarannya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, serta Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi.

Baca juga: Ditinggal Sopir Buang Air Kecil, Bus Transjakarta Tiba-tiba Melaju Sendiri Hantam Pagar dan Tembok

Baca juga: Kasus Bus Transjakarta Hantam Pos Polisi di Depan PGC, Bagian Operasional Bakal Jadi Tersangka

Dalam rapat itu Adi merasa ironi, kasus kecelakaan bisa dialami Transjakarta hingga enam kali dalam kurun waktu 40 hari.

Saking kesalnya, dia menyebut pihak direksi kurang berakhlak karena di tengah maraknya kasus kecelakaan para pegawai justru asyik menyaksikan tari perut (belly dance).

“Saya tidak jahat, nanti saya saking baiknya punya video bapak-bapak nonton belly dance dengan striptis, saya diam saja pak,” kata Adi dalam rapat itu.

BERITA VIDEO : ADA KORBAN TEWAS KECELAKAAN TRANSJAKARTA

 

Tidak hanya itu, Adi yang juga kader Gerindra ini mengancam bisa mencopot para direksi dari jabatannya dengan melaporkan hal ini kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Adapun penempatan direksi maupun komisaris di BUMD merupakan kewenangan Gubernur sebagai kepala daerah di Ibu Kota.

“Kalau saya buat mecat bapak-bapak gampang, saya datang ke Gubernur saya putar video bapak-bapak nonton belly dance, selesai,” imbuhnya.

“Buat apa pintar kalau bapak-bapak nggak punya akhlak. Jadi, saya mau mengingatkan tidak ada yang hebat, tidak ada yang gagah. Ayo sama-sama kita beristighfar. Tarik nafas di hidung buang di mulut berucap astaghfirullahaladzim,” lanjutnya.

Dalam rapat itu, Adi juga mempertanyakan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan BP BUMD DKI Jakarta terkait hal ini.

Dia meminta Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi untuk mengevaluasi pengelolaan Transjakarta secara menyeluruh.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved