Selasa, 5 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Info Kesehatan

Kelelahan Tak Kunjung Hilang Setelah Sembuh dari Covid -19, Bagaimana Mengatasinya?

Kondisi hipertensi, obesitas, serta gangguan kesehatan mental menjadi beberapa faktor risiko seseorang mengalami post-Covid syndrome. 

Tayang:
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Dedy
dok RSPI
dr. Hikmat Pramukti, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Bagi para penyintas Covid -19, keinginan untuk pulih sepenuhnya terkadang perlu perjuangan, karena masih mengintainya kondisi post-Covid syndrome.

Salah satu gejala yang kerap dirasakan adalah kelelahan (fatigue).

Post-Covid syndrome adalah kumpulan gejala, tanda, dan parameter klinis yang masih dirasakan lebih dari dua minggu sesudah terkena Covid-19. 

Kondisi ini tidak kembali ke keadaan awal sebelum sakit.

Baca juga: Enam Khasiat dan Manfaat Kunyit Putih untuk Kesehatan

Baca juga: Pernah Dengar Tanaman Keladi Tikus dan Daun Sirsak? Ini Khasiatnya Bagi Kesehatan

Ada lima gejala paling sering terjadi pada penyintas Covid-19, yaitu:
- Kelelahan/fatigue (58 persen)
- Sakit kepala (44 persen)
- Gangguan fokus (27 persen)
- Rambut rontok/hair loss (25 persen)
- Sesak napas (24 persen)
- Gejala lainnya, seperti batuk, perasaan tidak nyaman di dada, gangguan kardiovaskular (aritimia, miokarditis), neurologis (demensia, depresi, gangguan kecemasan, attention disorder, obsessive compulsive disorders).

Menurut dr. Hikmat Pramukti, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari  RS Pondok Indah, kelelahan (fatigue) adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-Covid syndrome.

"Beberapa studi menyatakan keluhan ini masih dirasakan penyintas Covid-19, bahkan setelah 100 hari sejak terkena Covid-19," kata dokter Hikmat dalam keterangan persnya diterima Wartakotalive.com.

BERITA VIDEO : MENGAPA BAYI SERING PANAS SAAT TUMBUH GIGI?

Ia memaparkan, pada pasien yang sempat mengalami kondisi gangguan paru berat saat terkena Covid-19, seperti acute respiratory distress syndrome (ARDS), dua pertiga dari mereka merasakan keluhan fatigue yang signifikan setelah setahun terkena Covid-19.

"Keluhan yang dirasakan sangat mirip dengan sindroma chronic fatigue atau kelelahan kronis, yakni terdiri dari kelelahan yang menjadikan tubuh tidak berdaya, nyeri, mengalami disabillitas neurokognitif, gangguan tidur, gejala disfungsi otonom, serta perburukan kondisi fisik dan kognitif," katanya.

Kondisi hipertensi, obesitas, serta gangguan kesehatan mental menjadi beberapa faktor risiko seseorang mengalami post-Covid syndrome

Sementara itu, penyebab pasti terjadinya post-Covid syndrome masih terus diobservasi. 

"Ada pula yang menyebutkan bahwa post-Covid syndrome terjadi akibat kerusakan organ-organ yang disebabkan oleh virus dan sisa peradangan yang masih berlangsung walaupun virus sudah tidak ada," ujar dokter Hikmat.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Mengatasi kelelahan (fatigue) tersebut, hal pertama yang dapat dilakukan oleh para penyintas Covid-19 adalah mencari tahu sumber atau organ mana yang mendasari keluhan yang dirasakan.

Sumber: Wartakota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved