Berita Jakarta

RSUP Persahabatan Lakukan Tiga Langkah Ini Hadapi Lonjakan Virus Covid-19 Varian Omicron

RSUP Persahabatan sudah ditunjuk Kemenkes untuk menangani penderita Covid-19 varian Omicron dari sedang, berat dan kritis.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto masker Putih di Kantornya, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM --- Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) sudah menyiapkan antisipasi lonjakan Covid-19 varian Omicron paska libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr Agus Dwi Susanto mengatakan, langkah pertama yang diambil adalah mengatur alur unit gawat darurat (UGD)

Nantinya di UGD bakal ada peningkatan kapasitas untuk pasien Covid-19 bila ada lonjakan kasus.

"Saat ini 50 persen dan nanti akan meningkat menjadi 100 persen (kapasitasnya)," kata dia, Kamis (23/12/2021).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Varian Omicron, Pengamanan Nataru di Kota Bekasi Diperketat

Baca juga: Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi dengan Tes WGS atau PCR SGTF, Apa Itu? Ini Penjelasan Menkes

Kedua, pihaknya mempersiapkan tempat tidur dan juga meningkatkan untuk pasien Covid-19 selama terjadi lonjakam kasus Omicron.

Total tempat tidurnya sebanyak 285 dan pihaknya mempersiapkan sumber daya manusia untuk merawat pasien Covid-19.

"Baik dokter umum, dokter spesialis dan perawat kami siapkan," tegas dia.

Jika mobilitas SDM RSUP Persahabatan tidak cukup, maka pihaknya bakal meminta bantuan ke relawan yang sudah pernah diminta bantua saat Covid-19 tahun lalu.

BERITA VIDEO : WALI KOTA BEKASI AKAN TERAPKAN SIKM SAAT LIBUR NATARU

Bahkan relawan dari Kementerian Kesehatan juga bakal diminta untuk membantu RSUP Persahatan.

"Ketiga kami juga siapkan sarana dan prasarana medis seperti obat, oksigen dan lainnya," tegas dia.

Agus melanjutkan, penanganan kasus Covid-19 varian Delta dan Omicron tidak ada perbedaan karena sama-sama virus ada pada tubuh manusia.

Namun, RSUP Persahabatan sudah ditunjuk Kemenkes untuk menangani penderita Covid-19 varian Omicron dari sedang, berat dan kritis.

Sebab, penderita varian Omicron dengan kondisi berat dan kritis perlu adanya penanganan secara intensif medik.

"Kami akan tingkatkan ICU, saat ini ICU kami baru bisa menampung tiga pasien dan nanti akan kami maksimalkan menjadi 40 orang," tegas dia.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved