Breaking News:

Berita Bekasi

Jalan Bawah Tanah Senilai Rp79,3 Miliar di Bulak Kapal Terbukti Urai Kemacetan

Pekerjaan proyek ini dimulai sejak 24 September 2020 dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender hingga 17 Maret 2022 mendatang.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Sejumlah pengendara menggunakan jalan bawah tanah Bulak Kapal, Kota Bekasi, Selasa (4/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR — Jalan bawah tanah (underpass) di kawasan Bulak Kapal, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi akhirnya selesai dibangun.

Meski belum diresmikan namun terowongan penghubung Jalan Pahlawan-Jalan Joyo Martono itu sudah bisa digunakan oleh pengendara dalam rangka uji coba.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Karya Sukmajaya mengatakan uji coba underpass Bulak Kapal telah dilakukan sejak 31 Desember 2021 lalu. Uji coba untuk masyarakat umum tersebut dimulai menjelang malam Tahun Baru 2020.

"Kami sudah lakukan uji coba sejak 31 Desember 2021 lalu.," kata Karya Sukmajaya, Selasa (4/1/2022).

Selama pelaksanaan uji coba ini, Dinas Perhubungan Kota Bekasi tengah melengkapi sarana prasarana rambu lalu lintas untuk menambah kenyamanan para pengendara yang melintasi underpass Bulak Kapal, Kota Bekasi itu.

Baca juga: Ini Alasan Camat Cibitung Encun Sunarto yang Terus Berharap Proyek Underpass Cibitung Cepat Rampung

Menurut Karya Sukmajaya, keberadaan jalan bawah tanah tersebut sangat berpengaruh dalam mengurai kemacetan di ruas Jalan Ir. H. Juanda yang merupakan penghubung wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. 

"Alhamdulillah sangat berpengaruh menurunkan angka kemacetan, namun ke depan perlu disempurnakan dengan pembangunan overpass atau fly over yang menghubungkan utara - selatan (Jalan Pahlawan-Jalan Joyo Martono)," katanya.

Sementara itu, salah satu warga Tambun, Imam (25) menyampaikan apresiasi akhirnya jalan bawah tanah di Bulak Kapal itu selesai dibangun.

Sebab, menurut dia dengan adanya jalan bawah tanah tersebut bisa mempercepat waktu perjalanannya.

"Kalo menurut saya, sangat terbantu dengan adanya ini, jadi saya kalo mau ke Jakarta enggak kena macet lagi," kata Imam.

Baca juga: Pengendara Motor Senang Satu Ruas Jalan Underpass Cibitung Mulai Diujicoba

Seperti diketahui, berdasarkan situs resmi Kementrian PUPR, Underpass Bulak Kapal memiliki struktur bore pile dengan panjang trowongan mencapai 690 meter yang terdiri dari dua lajur dengan dengan lebar di setiap jalur 3,5 meter dan tinggi terowongan 5.2 meter. 

Underpass ini juga dilengkapi dengan frontage sepanjang 930 meter dengan lebar jalan 6 meter.

Pekerjaan proyek ini dimulai sejak 24 September 2020 dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender hingga 17 Maret 2022 mendatang. Pembangunan underpass bersumber dari APBN (SBSN) senilai Rp79,3 miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved