Breaking News:

Berita Kriminal

Penyebab Satu Keluarga di Makasar Diserang Puluhan Pemuda Terungkap, Diduga Awalnya Salah Paham

Ramdoni (25) mengatakan pengeroyokan tersebut bermula saat ia dan adiknya, Marwan (23) dalam perjalanan pulang sekira pukul 03.00 WIB.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Titi Suherti (48), salah satu korban pengeroyokan puluhan pemuda, memberikan kesaksian di Polsek Makasar, Selasa (4/1/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM — Penyebab keluarga di Jalan Sulawesi RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (1/1/2022) dini hari diserang puluhan pemuda terungkap.

Ramdoni (25) mengatakan pengeroyokan tersebut bermula saat ia dan adiknya, Marwan (23) sedang dalam perjalanan pulang menuju ke kediamannya sekira pukul 03.00 WIB.

"Jadi di jalan kampung pelaku geber-geber motornya. Nah saya sama adik mau lewat, pas kejadian posisi sama-sama bawa motor," kata Ramdoni, Rabu (5/1/2022).

Ketika itu Ramdoni mengaku bersikap sopan dengan meminta maaf saat hendak melintas. Namun ucapan tersebut malah diduga berujung salah paham hingga melakukan penyerangan.

“Motor enggak serempetan, enggak ada apa-apa. Pas saya minta maaf terus ucapin selamat Natal dan tahun baru tiba-tiba mereka nyerang,” ujar Ramdoni.

Baca juga: Tak Hanya Babak Belur Dikeroyok Puluhan Pemuda, Harta Keluarga Titi Juga Raib Digasak Mereka

Tidak hanya itu, para pelaku yang masih warga Cipinang Melayu tersebut juga mengejar sampai ke rumah hingga akhirnya terjadi penganiayaan juga terhadap sang ibu, Titi Suherti (48).

Para pelaku yang berjumlah 20 orang kemudian melakukan aksi penganiayaan secara membabi buta. Titi dipukul dengan gagang sapu hingga memar pada bagian tangan, paha, dan jari.

Sementara Ramdoni dan Marwan dipukuli, diinjak, hingga ditendang. Ada juga menantu perempuan Titi juga tidak luput dari aksi penganiayaan hingga mengalami luka memar.

Para pelaku juga menggasak harta benda seperti satu unit sepeda motor, satu unit TV ukuran 24 inch, empat gitar, dan celengan berisi sekitar Rp 3 juta usai melakukan penganiayaan tersebut.

"Pelaku datang bertahap, awalnya dua, lima, terus lima lagi ke rumah saya. Penyebabnya salah paham saja, saya sudah minta maaf ke mereka tapi mereka malah nyerang dan merampok," ujar Ramdoni.

Baca juga: Beraninya Main Keroyokan, Puluhan Pemuda Serang Satu Keluarga di Cipinang Melayu

Sementara warga di sekitar lokasi kejadian yang mendengar kegaduhan tersebut tak bisa berbuat banyak pada saat itu dikarenakan khawatir jadi sasaran amuk para pelaku.

Adapun kasus itu sudah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Makasar, Senin (3/1/2022).

Laporan diterima sebagai kasus pengeroyokan dengan sangkaan Pasal 170 KUHP, dan pencurian yang disertai kekerasan dengan sangkaan Pasal 365 KUHP.

Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved