Bulu tangkis

Pulang Liburan, Lemak di Tubuh Kevin Sanjaya Sukamuljo Tambah Banyak

Bagi atlet, liburan bisa berdampak kepada kacaunya komposisi otot dan lemak di tubuh.

Warta Kota/Ramadhan LQ
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menunjukkan medali usai mengalahkan ganda putra dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dalam partai final Indonesia Open 2021, Minggu (28/11/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Makan enak dan senang-senang adalah dua hal yang selalu dilakukan banyak orang saat liburan.

Bagaiama tidak, itulah inti dari liburan, memanjakan tubuh, otak, dan rohani setelah setiap hari harus bekerja keras.

Gawatnya, bagi seorang atlet, liburan bisa membuat kondisi tubuh mereka berantakan.

Inilah yang sedang dialami sejumlah atlet Pelatnas Persatuan Bulu Tangis Indonesia (PBSI)

Masa otot dan lemak sejumlah atlet bulu tangkis ini menjadi tidak proporsional setelah kembali ke Pelatnas. Dengan kata lain, lemak mereka tambah banyak.

Hal itu diketahui setelah Kevin Sanjaya Sukamuljo dan kawan-kawan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (19/1/2022).

Tes kesehatan

Untuk informasi, PBSI memberikan libur kepada para atletnya dan memulangkan mereka ke klub masing-masing pada tanggal 18 Desember 2021.

Selain Kevin, atlet-atlet top PBSI lain seperti Fajar Alfian, M Rian Ardianto, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, hingga Greysia Polii, dan Apriyani Rahayu juga mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Tes kesehatan bagi para atlet bulu tangkis itu meliputi pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan tanda-tanda vital dan tinggi-berat badan, ronsen, pemeriksaan postural, foot scan, dokter umum, EKG, gizi, dan Beighton Score Test.

"Hasilnya memang atlet-atlet eksisting ini tidak banyak yang mengalami perubahan, kecuali di beberapa komposisi tubuh, dari masa otot dan masa lemaknya karena perubahan jadwal latihan atau jadwal makan," ungkap dokter PBSI, dr Grace Joselini Corlesa.

Masih wajar

Namun Grace menilai perubahan yang terjadi di masa otot dan lemak Kevin dan rekan-rekannya masih wajar.

Dia meyakini, setelah memasuki program latihan, kondisi fisik atlet eksisting PBSI akan kembali normal dan proporsional.

"Perubahan ini sebenarnya menjadi catatan, tapi menurut saya masih wajar karena mereka habis liburan," tutur Grace.

"Setelah masuk dalam program latihan lagi, saya yakin mereka bisa cepat kembali ke kondisi normal dan proporsional," sambung dia.

Di tahun 2022 ini, tim medis PBSI berharap bisa memberikan kontribusi besar kepada para atlet sehingga bisa lebih berprestasi.

"Program tim medis PBSI tahun 2022 adalah tetap menjaga para atlet untuk sehat, stamina dan daya tahan lebih terjaga, dan lebih baik. Lebih preventif kepada kesehatan dan cedera mereka. Dengan catatan-catatan tes ini setidaknya kami sudah tahu apa yang akan kami lakukan. Semoga dengan dukungan tim medis para atlet bisa fokus untuk lebih berprestasi," ucap Grace.

Para atlet eksisting ini akan menjalani tes fisik pada Kamis (20/1), sebelum PP PBSI melakukan pemanggilan secara resmi melalui SK pemanggilan untuk kembali ke rutinitas latihan.

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved