Berita Kriminal

Seorang ABG Tewas di Kamar Mandi Dalam Kondisi Tangan dan Kaki Terikat, Pelaku Temannya Sendiri

Setelah melepas ikatan di lengan dan kaki, korban disandarkan di depan pintu kamar mandi dengan kondisi tidak sadarkan diri. 

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Kamar mandi tempat tewasnya seorang pemuda berinisial AY yang diduga meninggal setelah diikat. 

MG sempat dibuat keheranan, ia kemudian meminta kepada terduga pelaku agar membuka ikatan di lengan dan tangan korban. 

"Abis itu saya suruh Tegar lepasin "gar lepas kasian" terus pas saya lihat lagi mulutnya udah ketutup pakai isolasi warna item," terangnya. 

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Jatibening Estate, Tersangka Mendengar Bisikan untuk Menyayat Korban

Setelah melepas ikatan di lengan dan kaki, korban disandarkan di depan pintu kamar mandi dengan kondisi tidak sadarkan diri. 

Terduga pelaku tampak kebingungan ketika mendapati AY tak kunjung sadar, ia bahkan sempat meminta saran ke MG untuk memberitahu ke warga setempat mengenai situasi tersebut. 

"Enggak lama abis dari situ Tegar ke depan (ruang depan), dia bilang 'ini gimana ya? Panggil warga aja kali ya', yauda abis itu rame, warga sempat lihat saya disuruh telfon bapak terus bapak panggil mamah," paparnya. 

Orangtua MG selanjutnya datang ke rumah, dari situ keluarga AY dihubungi agar segera menjemput anaknya yang ditemukan tidak sadarkan diri. 

Agus Supriyadi (54) orangtua MG mengatakan, korban ketika dievakuasi masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. 

Awalnya, ia dan pihak keluar mengetahui kondisi korban tidak sadar akibat terjatuh.

Hal ini berdasarkan pengakuan terduga pelaku yang diduga berusaha menyembunyikan kejadian sebenarnya. 

"Bilangnya si korban jatuh kita enggak ada yang curiga waktu itu karena posisi dapur saya juga agak ke bawah, mungkin beneran jatuh kena tangga gak kepikiran seperi itu (dugaan dibunuh)," paparnya. 

Keluarga korban kemudian membawa AY ke rumah sakit terdekat, dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan ia telah meninggal dunia. 

Jasadnya oleh keluarga dibawa ke rumah duka yang berada di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede Kota Bekasi untuk selanjutnya dimakamkan. 

Selang satu hari kemudian, MG yang awalnya tutup mulut mengenai kejadian sebenarnya mulai mau bercerita. 

Agus mengatakan, anaknya awalnya takut berbicara lantaran diancam oleh terduga pelaku perihal korban yang ditemukan terikat. 

"Pada saat jenazah dievakuasi anak saya diancam jangan bilang siapa-siapa, kalau ada yang nanya kenapa bilang aja jatuh," paparnya. 

Halaman
123
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved