Berita Bekasi

Balita Alami Gizi Buruk di Muaragembong Bekasi Kemungkinan Besar Terpapar HIV, Berikut Penyebabnya

ARH (3), balita yang viral di media sosial karena mengalami gizi buruk kemungkinan besar tertular HIV.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
ARH (3), balita yang viral di media sosial karena mengalami gizi buruk kemungkinan besar tertular HIV. 

TRIBUNEBKASI.COM, MUARAGEMBONG - ARH (3), balita yang viral karena mengalami gizi buruk ternyata tertular HIV.

Ade Bawono selaku Kepala Sekretariat Penanggulangan HIV Kabupaten Bekasi ini mengatakan besar kemungkinan ARH tertular sejak dilahirkan.

Ibu ARH, yakni Khoirunisah (29), telah terlebih dulu dinyatakan positif HIV sejak tanggal 8 Januari 2022 yang lalu.

Ade bahkan mengira bahwa virus HIV tersebut sudah menjalar di tubuh Khoirunisah sejak beberapa tahun silam.

"Proses berkembangnya virus HIV butuh waktu cukup lama sampai kondisi kesehatan pasien menurun."

"Jadi bukan misalnya sekarang tertular, besok langsung nge-drop, enggak gitu."

"Ada proses 2 sampai 5 tahun sebelum kondisi kesehatan pasien habis-habisan," ujar Ade saat dikonfirmasi, Kamis (17/2/2022).

Ade tidak ingin menduga-duga dari mana Khoirunisah tertular HIV.

Namun, minim pengetahuan deteksi dini virus HIV menyebabkan Khoirunisah dan ARH terlambat mendapatkan pengobatan.

"Ini karena keteledoran pihak pasien waktu masih tinggal bersama almarhum suaminya, yang tidak memeriksakan secara dini terkait penyakitnya. Padahal mungkin, salah satu dari mereka ada risiko yang tinggi."

"Karena HIV tak mungkin ditularkan begitu saja kalau enggak melakukan risiko-risiko menyebabkan penularan, tapi kami tidak mau menyalahkan siapa-siapa atas kasus ini," katanya.

Padahal, sambung Anton, potensi penularan HIV dari ibu kepada bayinya yang masih berada di dalam kandungan, bisa di atasi sebelum proses persalinan dilakukan.

"Kami telah menangani 36 anak dengan kasus HIV sejak 2014. Kasus Ibu hamil dengan positif HIV, tapi pas lahir anaknya negatif, itu harusnya bisa dilakukan dan ditangani."

"Jadi seharusnya bisa diantisipasi kalau ada kesadaran untuk memeriksakan kesehatannya," ungkap Ade.

Kini, ARH dan Khoirunisah telah menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.

ARH sendiri diketahui juga mengalami gizi buruk. Sedangkan Khoirunisah juga menderita TB Paru.

(TribunBekasi.com/ABS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved