Berita Bekasi
Mogok Imbas Harga Kedelai Melambung Tinggi, Perajin Tempe Tambun Selatan Baru Jualan Hari Kamis
Yanto mengatakan kenaikan harga sudah berbulan-bulan terjadi. Namun hingga kini, harga kedelai semakin melambung tinggi.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Dia menyebut, kenaikan harga kedelai mengalami peningkatan sehingga berdampak pada penurunan produksi.
Kenaikan harga kedelai berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya sekira Rp 9.500 per kilogram.

"Kalau produksi kita tidak berpengaruh cuman untuk yang penjualan sepi karena kita jual ke Pasar Tradisional serta jual keliling ke kampung kampung. Tapi mebetulan saat ini, penjual keliling sekarang pulang kampung akibat pembeli sepi," ungkapnya.
Selain itu, kata Mustopa, walaupun bahan baku naik, pihaknya tetap menjual normal dengan ukuran yang sama tidak diperkecil.
Sebab, jika ukuran tempe diperkecil atau dikurangi, khawatir minim pembeli.
"Kalau dinaikin harganya ataupun diperkecil khawatir pembeli kabur dan tidak mau beli lagi," ujarnya.
Menurut Mustopa, dalam kondisi normal atau harga bahan baku kedelai belum naik. Dalam sehari kebutuhan kedelai mencapai 200 kilogram. Akan tetapi saat ini hanya 150 kilogram saja.
"Dulu saya sehari bisa menghabiskan 200 kilogram atau 2 kwintal kedelai per hari. Sekarang paling bagus 150 kilogram, kadang di bawah," katanya.
Dia melanjutnya, jika bahan baku kedelai sudah habis. Kemungkinan besok akan ikut mogok produksi. Dia berharap pemerintah untuk menurunkan harga kedelai agar bisa normal kembali.
"Kenaikan harga kedelai ini berdampak pada penjualan dan produksi perajin tempe. Apalagi sekarang dengan adanya kelangkaan minyak goreng sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pembeli," tandasnya.