Ponpes Terbakar
Delapan Santri Ponpes Miftakhul Khoirot Meninggal Dunia Terjebak Kobaran Api di Jalan Keluar Asrama
Sri mengatakan, delapan santri yang tewas juga terlihat sempat berusaha ingin keluar melalui jendela dan melompat tembok.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Delapan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang tewas diduga karena api membesar di jalan keluar asrama santri.
Hal dikatakan Penyuluh Agama Kecamatan Cilamaya Kulon, Sri, pada Selasa (22/2/2022).
Dia menceritakan sebagian santri bisa lewat saat terjadi kebakaran.
Namun, delapan santri terlambat menyelamatkan diri ini tidak bisa lewat, karena api membesar di bagian pintu keluar.
"Jadi jalan keluar yang melalui tangga ada api besar mereka tidak bisa keluar," ujar Sri.
Baca juga: Kebakaran Ponpes Tewaskan 8 Santri, Warga: Suasana Mencekam, Santri Berhamburan Selamatkan Diri
Baca juga: Turut Evakuasi Santri Korban Kebakaran Ponpes Miftahul Khoirot Karawang, Gojali: Engga Tega Lihatnya
Sri mengatakan, delapan santri yang tewas juga terlihat sempat berusaha ingin keluar melalui jendela dan melompat tembok.
Akan tetapi tidak bisa karena jendela kamar asrama di lantai 2 tersebut di pasang besi teralis.
"Mau keluar lewat jendela, tetapi pakai teralis. Mau lompat tembok juga mungkin mereka sulit. Apalagi mereka masih usia 7 sampai 12 tahunan," katanya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang menyebabkan delapan santri meninggal dunia.
BERITA VIDEO : KESAKSIAN WARGA TERKAIT MUSIBAH KEBAKARAN PONPES DI KARAWANG
Dugaan penyebab kebakaran Bangunan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, bersumber dari percikan api kipas angin yang mengalami kerusakan.
Hal itu dikatakan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono saat ditemui di lokasi kejadian kebakaran, pada Senin (21/2/2022).
Aldi menerangkan, dari hasil keterangan korban selamat. Ketika iti melihat percikan api dari kipas angin. Lalu, percikan api itu menjatuhi kasur di lantai dua yang biasa dijadikan asrama santri.
"Dari informasi awal percikannya menjatuhi kasur dan terjadi kebakaran. Titik kebakaran terjadi di lantai dua yang bangunannya masih kayu," jelas Aldi.
Baca juga: Kebakaran di Jaktim Sepanjang 2021 Akibat Korsleting Listrik Paling Banyak, Warga Diimbau Waspada
Untuk kronologi kebakaran, Aldi menerangkan kebakaran terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Kejadian kebakaran saat itu ketika para santri sedang istirahat siang.