Ponpes Terbakar
Gus Muhaimin Yakin Para Santri Korban Kebakaran di Karawang Meninggal dalam Keadaan Syahid
Selain itu, Gus Muhaimin dijadwalkan membesuk korban luka-luka di rumah sakit sekaligus memberikan santunan.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
“Kami di sini tentunya Insha Allah dalam waktu dua minggu ke depan setelah olah TKP selesai akan membantu pembangunan asrama yang hari ini terjadi kebakaran dibantu oleh TNI dan Polri,” kata Cellica.
Baca juga: Kebakaran Ponpes Tewaskan 8 Santri, Warga: Suasana Mencekam, Santri Berhamburan Selamatkan Diri
Dikatakannya, bangunan yang dibangun nanti akan dibuat berbeda agar menghilangkan trauma yang dialami para santri tersebut. Selain itu juga, pihaknya akan membantu melakukan pemulihan trauma para santri.
“Juga kami akan turunkan tim trauma healing untuk membantu pemulihan para santri," katanya.
Diketahui, delapan santri yang meninggal akibat kebakaran berusia 7 -13 tahun. Saat itu mereka tengah istirahat tidur siang di lantai dua yang terbuat dari kayu.

Kedelapan santri korban kebakaran tersebut, diketahui sudah teridentifikasi datanya, yakni sebagai berikut.
1. RA (7) - Warga Kabupaten Subang
2. AFG (11) - Warga Kabupaten Subang
3. As (12) - Warga Cikampek Karawang
4. M (10) - Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang
5. MFW (13) - Wadas Karawang
6. MR (13) - Rawagempol Karawang
7. MAM (12) - Gandok Pedes
8. Masih diidentifikasi.
Sementara, untuk korban yang mengalami luka-luka, hingga saat ini yang terdata ada tiga orang, yakni MR, A, dan R.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Pesantren Miftakhul Khoirot, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang menyebabkan delapan santri meninggal dunia.
Dugaan penyebab kebakaran Bangunan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Desa Manggungjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, bersumber dari percikan api kipas angin yang mengalami kerusakan.
BERITA VIDEO : PENYEBAB KEBAKARAN PONPES DIDUGA DARI KIPAS ANGIN
Hal itu dikatakan Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono saat ditemui di lokasi kejadian kebakaran, pada Senin (21/2/2022).
Aldi menerangkan, dari hasil keterangan korban selamat. Ketika iti melihat percikan api dari kipas angin. Lalu, percikan api itu menjatuhi kasur di lantai dua yang biasa dijadikan asrama santri.
"Dari informasi awal percikannya menjatuhi kasur dan terjadi kebakaran. Titik kebakaran terjadi di lantai dua yang bangunannya masih kayu," jelas Aldi.
Untuk kronologi kebakaran, Aldi menerangkan kebakaran terjadi sekira pukul 13.00 WIB. Kejadian kebakaran saat itu ketika para santri sedang istirahat siang.
Adanya laporan kebakaran itu, Tim Pemadam Kebakaran, BPBD, Kepolisian dan TNI, pemerintah setempat langsung datang ke lokasi untuk proses evakuasi.
Tim Labfor dan Inafis Polres Karawang juga dikerahkan untuk melakukan evakuasi jasad korban meninggal dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. "Kita berempati turut berduka cita atas musibah kebakaran ini," tandasnya.