Covid19

Pelaku Perjalanan yang Belum Dapat Vaksin Covid-19 2 Dosis Tetap Wajib Tes Covid-19 saat Bepergian

Pelaku perjalanan dalam negeri yang tak wajib tes Covid-19 adalah mereka yang sudah mendapat vaksin Covid-19 dua dosis.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews.com
Masyarakat yang belum mendapat vaksin Copvid-19 dosis lengkap tetap harus tes PCR atau antigen saat bepergian menggunakan transportasi umum. Keteramgan foto: Ilustrasi 

3. Selain hasil negatif tes antigen dan PCR, pelaku perjalanan dalam negeri dengan penyakit komorbid wajib melampirkan surat keterangan dokter dari RS milik pemerintah.

4. Sebelum check-in saat keberangkatan, atau paling cepat sehari sebelum jadwal penerbangan, seluruh pelaku perjalanan wajib mengisi eHAC di Aplikasi PeduliLindungi.

Hal ini untuk mencegah adanya penumpang yang berstatus merah (belum vaksin) dan hitam (kasus konfirmasi) melakukan perjalanan melalui moda transportasi udara.

Karena itu pemerintah meminta setiap moda transportasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi, sehingga riwayat perjalanan setiap penumpang bisa terus terpantau.

Tetap prokes

Dokter Nadia mengingatkan, kendati pemerintah telah melakukan pelonggaran mobilitas masyarakat, bukan berarti Indonesia sepenuhnya bebas dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.

Pelonggaran aktivitas masyarakat tetap harus diiringi dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan dan percepatan vaksinasi dosis lengkap serta booster, agar upaya transisi dari pandemi menuju endemi bisa berjalan optimal.

Selama perjalanan, para penumpang harus tetap menggunakan masker medis 3 lapis yang menutup hidung, mulut dan dagu, mengganti masker secara berkala, rutin mencuci tangan pakai sabun/pakai handsanitizer, tidak berbicara satu arah, dan tidak makan minum sepanjang penerbangan bagi yang memakan waktu kurang dari 2 jam.

"Aturan protokol kesehatan pada prinsipnya harus tetap kita tegakkan, wlaupun kami tidak melakukan permintaan pemeriksaan antigen atau PCR pada orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap maupun booster," tandas dr Nadia. (*)

Sumber: Kementerian Kesehatan

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved