Berita Jakarta
Toyota Rush Hantam Separator Busway Tosari, Diduga Sopirnya Mengantuk,
Mobil yang menabrak separator Busway dan terguling dengan posisi roda depan dan belakang sebelah kiri berada di atas.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Ichwan Chasani
TRIBUNBEKASI.COM — Satu unit mobil Toyota Rush warna putih menabrak separator Busway di dekat Halte Tosari, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pemicu kecelakaan tunggal tersebut diduga karena sopir mobil tersebut mengantuk.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi Kamis (17/3/2022) pukul 08.00 WIB.
Peristiwa berawal dari Mobil Toyota Rush yang dikemudikan RDP melaju arah selatan ke utara di Jalan Jenderal Sudirman wilayah Jakarta Pusat.
"Sesampainya di depan Halte Busway Tosari, diduga pengemudi kurang hati-hati dan tidak berkonsentrasi (mengantuk) lalu oleng ke kanan," jelas Jamal dikonfirmasi.
Akibatnya, mobil menabrak saparator Busway dan terguling dengan posisi roda depan dan belakang sebelah kiri berada di atas.
Baca juga: Tabrak Separator Busway dan Ditabrak Truk, Sopir Mobil ini Selamat dari Maut
Kendaraan juga mengalami kerusakan pada kaca depan pecah, air bag keluar, spion Kanan patah, lampu belakang kiri pecah, bumper ringsek, kaca pintu depan sebelah kanan pecah, dan body kanan mobil ringsek.
"Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tunggal tersebut," jelas Jamal.
Evaluasi Separator
Sebelumnya diberitakan, Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengevaluasi keberadaan separator Busway yang dinilai kerap menimbulkan kecelakaan.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa selain terlibat kecelakaan langsung, separator busway juga kerap ditabrak pengendara.
"Kami sedang analisa ada beberapa kasus kecelakaan di jalur busway apakah melibatkan busway atau tidak, artinya tidak melibatkan busway itu kecelakaannya menabrak saparator," jelas Sambodo dikonfirmasi Selasa (15/3/2022).
Dari banyaknya kendaraan menabrak saparator Busway, polisi akan mengevaluasi apakah keamanan separator sudah terjaga seperti memasang lampu atau water barrier.
Sebab satu kecelakaan tunggal yang melibatkan separator busway di Senen beberapa waktu lalu hingga membuat mobil terbakar dan dua penumpang di dalamnya tewas.
Baca juga: Mengerikan, Bus Transjakarta Terlibat 17 Kali Kecelakaan dalam 3 Bulan Terakhir
Selain itu polisi juga akan mengevaluasi keberadaan jembatan penyeberangan yang melintasi jalur busway.
Sebab, masih ada saja pejalan kaki yang tertabrak bus karena menyeberang jalur busway dan tidak lewat jembatan penyeberangan.
"Ini akan kami evaluasi dan kalau memang perlu kami evaluasi titik tersebut dan kami akan berikan ke Pemprov DKI dan pihak TransJakarta untuk memperbaiki sehingga kedepan bisa diperbaiki dan dikurangi kecelakaan," tuturnya.
Sebelumnya Ditlantas Polda Metro Jaya mengungkap Bus Transjakarta telah 17 kali mengalami kecelakaan selama tiga bulan terakhir.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan kecalakaan terjadi sedari Januari hingga Maret 2022.
Baca juga: Konon Perempuan yang Tewas Akibat Terlindas Bus Transjakarta adalah Vlogger Sunmori
Lima kecelakaan terjadi di bulan Januari, kemudian tujuh kecelakaan di bulan Februari, dan lima kecelakaan terjadi di bulan Maret dari tanggal 1 hingga 14 Maret 2022.
"Dari 17 kecelakaan tersebut menimbulkan korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, tiga orang luka berat, dan tujuh luka ringan, dan kerugian materi," jelas Sambodo dikonfirmasi Selasa (15/3/2022).
Sambodo menerangkan, dari 17 kecelakaan itu tidak semua kecelakaan disebabkan pihak Transjakarta.
Sebanyak 11 kasus kecelakaan yang melibatkan bus Transjakarta berasal dari hal eksternal atau kendaraan lain.
Sementara enam kasus kecelakaan patut diduga berasal dari Bus Transjakarta. "Jadi ada dari 17 kasus itu, 35 persen yang patut diduga penyebabnya dari Transjakarta," kata Sambodo.
Baca juga: Solar Berceceran Dampak Kecelakaan Bus TransJakarta, Sejumlah Pemotor Berjatuhan di Pesanggrahan
Diduga dari 35 persen itu penyebab kecelakaan diakibatkan human error.
Maka dari itu, pihak Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengevaluasi titik rawan kecelakaan bus transjakarta dan evaluasi manajemen PT Transjakarta.
Nanti hasil evaluasi akan dikoordinasikan ke beberapa pihak salah satunya ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/laka-17mart.jpg)