Berita Jakarta

Pemprov DKI Jakarta Belum Juga Terapkan PTM 100 Persen, Apa Alasannya?

Setelah ujian akhir siswa SMA usai, Pemprov DKI Jakarta akan kembali berdiskusi soal penerapan PTM 100 persen.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza angat bicara mengenai DKI Jakarta belum membuka kembali pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen, Kamis (24/3/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini belum juga  menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara terkait hal itu.

Menurutnya, saat ini siswa jenjang sekolah menengah atas (SMA) sedang melaksanakan ujian akhir sehingga dipertimbangkan untuk tidak menggelar belajar tatap muka kapasitas 100 persen.

"Sekarang kan masih fokus pada ujian sekolah," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2022).

Orang nomor dua di Ibu Kota ini juga menjelaskan, nantinya setelah ujian sekolah usai, pihaknya akan kembali berdiskusi soal penerapan PTM 100 persen.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Tawarkan Konser Justin Bieber Digelar di JIS

Baca juga: Justin Bieber Gelar Konser di GBK, Wagub DKI Pastikan Terapkan Prokes Cegah Covid-19

"Enggak lama lagi kami akan lihat ya. Sejauh ini kan sudah banyak yang 100 persen termasuk transportasi publik, PTM sedang didiskusikan dibahas dan dievaluasi," jelas dia.

Sebelumnya diketahui, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Idris Ahmad, menilai keputusan PTM 100 persen tersebut harus dipersiapkan Pemprov DKI dengan hati-hati.

"Kami mendengar soal rencana PTM 100 persen yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Terus terang, kami semangat, tapi waspada selalu. Kami selalu mengingatkan agar rencana PTM ini perlu dipikirkan dengan sehati-hati mungkin," ucap Idris melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/3/2022).

Menurutnya, kasus 190 sekolah yang terpapar Covid-19 pada kegiatan PTM Januari lalu menjadi pengalaman buruk.

"Kita semangat tapi kurang waspada. Kita harus belajar dari sejarah. Jangan jadikan ini sebagai kesalahan yang berulang," tambah dia.

Baca juga: Sekolah Diizinkan Gelar PTM 100 Persen Jika Jumlah Siswa Tak Lebih dari 200

Baca juga: Rugikan 33 Orang, Suami Lyra Virna Diminta Balikin Duit Rp 15 Miliar, Atau Masuk Bui

Dirinya menilai kondisi PTM 100 persen harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Selain itu, Idris juga mengimbau Pemprov DKI Jakarta harus lakukan dialog dengan orang tua murid dan ikatan professional seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kami rasa kegiatan PTM perlu banyak kerja sama dengan berbagai pihak. Contohnya, dalam hal ini kami minta Pemprov DKI bisa proaktif libatkan orang tua murid untuk berdiskusi kebutuhan PTM 100 persen. Bisa juga libatkan ahli seperti IDAI. Yang perlu diingat, kami bukan melarang kegiatan PTM. Tapi kami peduli dengan warga Jakarta. Makanya, kami mau yang terbaik," jelas dia.

Idris meminta Pemprov DKI untuk berikan beberapa persyaratan agar kegiatan PTM terlaksana dengan baik. Dia mengatakan kesehatan siswa adalah prioritas.

"Kami meminta Pemprov DKI berikan beberapa persyaratan. Misalnya, syarat kalau seluruh siswa sudah vaksinasi lengkap. Kalau perlu, buat satgas Covid-19 intrasekolah. Setelah itu, lakukan evaluasi secara berkala. Jadi, kita dapat memastikan keselamatan generasi penerus bangsa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus jadi syarat mutlak. Tidak boleh ditawar-tawar," tutup dia.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved