Berita Nasional
Harga Minyak Goreng Melejit di Awal Ramadan, PKS Nilai Pemerintah Lemah Hadapi Pengusaha
dikucurkunnya bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng, kata Slamet, merupakan kebijakan populis untuk menutupi kegagalan pemerintah mengelola panga
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dedy
Tribun Bekasi/Joko Supriyanto
ILUSTRASI MINYAK GORENG -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Pemerintah Indonesia lemah menghadapi para pengusaha. Hal ini buntut dari harga minyak goreng kemasan yang dilepas ke mekanisme pasar, sehingga harganya melejit di awal Ramadan 1443 H.
Ketika harga minyak goreng kemasan turun dan sesuai HET, keberadaan barang tersebut di pasaran justru menjadi langka.
Namun, setelah HET dicabut, minyak goreng kemasan dengan berbagai merek terkenal kini mulai memenuhi rak yang sebelumnya lebih sering kosong di sejumlah pasar swalayan.
Selain itu, di beberapa ritel modern, harga minyak goreng kemasan 2 liter dibanderol nyaris Rp 50.000.
(Sumber : Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri/faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Ridho-pedagang-sembako.jpg)