Ramadan

Lalu Lintas Terasa Tambah Macet saat Ramadan? Ini Penyebabnya Menurut Sambodo Purnomo Yogo

Inilah penyebab kemacetan lalu lintas terasa lebih parah di bulan Raamadan, sehingga masyarakat harus memakluminya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Kemacetan lalu lintas yang parah terjadi di pada pagi dan sore hari pada bulan Ramadan. Keterangan foto: (ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Kemacetan lalu lintas yang parah harus dinikmati warga Bekasi setiap pagi dan sore pada bulan Ramadan ini.

Menurut data yang dikumpulkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya terjadi kenaikan volume kendaraan begitu memasuki bulan Ramadan tahun 2022.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan bahwa kenaikan volume kendaraan antara 10 sampai 18 persen.

Ditambah lagi,a waktu pergerakan lalu lintas selama Ramadan terjadi di waktu yang bersamaan.

"Dulu sebelum bulan puasa ada orang yang pulang jam 4 ada yang pulang jam 5, jam 6, atau jam 7 malam, jadi semua terbagi. Pada saat bulan Ramadan, terutama pada minggu pertama puasa, semua orang ingin buka puasa di rumah. Jadi pergerakannya serentak," ujar Sambodo di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2022).

Mulai pukul 16.00

Sambodo mengungkapkan, umumnya kenaikan volume kendaraan terjadi pada pukul 16.00, sebab saat itu semua pegawai kantor keluar dari tempat kerjanya menuju rumah.

Maka tak terhidari terjadi penumpukan kendaraan di jam pulang tersebut.

Usai jam berbuka puasa, pukul 18.30, arus lalu lintas kembali landai.

Pada pukul 07.00

Hal yang sama terjadi pada jam berangkat kerja selama Ramadan, di mana pergerakan masyarakat terfokus pada pukul 07.00 sampai pukul 08.00.

"Dulu terbagi, ada yang jam 9, jam 8, jam 7. Tapi sekarang pagi hari semua orang serentak keluar rumah jam 7 jam 8, karena mengejar jam 8 masuk kantor," tutur Sambodo.

Ditambah lagi, kata Sambodo, pandemi Covid-19 yang mulai landai membuat perkantoran memberlakukan work form office (WFO) kembali.

Kemudian sejumlah sekolah juga sudah mengadakan ujian sehingga siswa mulai sekolah tatap muka.

"Jadi memang ini menambah jumlah volume lalu lintas, baik volume dalam Jakarta sendiri maupun volume tarikan dari kota-kota aglomerasi dari Tangerang, Bogor, dari Depok, Bekasi dan sebagainya," tandasnya.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved