Kamis, 28 Mei 2026
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera
Kota Bekasi yang Nyaman dan Sejahtera

Mudik Lebaran

Bus ke Padang Terlambat Datang di Terminal Bekasi, Rosa Pasrah Rayakan Lebaran di Jalan

Pemudik yang hendak menuju Padang, Sumatera Barat ini, hanya bisa pasrah setelah mengetahui bus yang mengantarkannya mengalami keterlambatan.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Ratusan pemudik jurusan kota-kota di Pulau Sumatera, tercecer di Terminal Induk Bekasi, Sabtu (30/4/2022). Mereka diharuskan menunggu berjam-jam lantaran bus yang akan mengantarkan mereka ke kampung halamannya belum tiba di terminal. 

"Kalau diinfoin deadline-nya jam satu tapi nggak tau jam berapa, jadi diinfoin langsung ke loketnya," kata Rina

Meski begitu, perempuan yang berprofesi sebagai buruh pabrik di Gunung Putri Bogor ini tetap senang bisa mudik kali ini ke Palembang untuk bertemu sanak keluarga disana. Lantaran ia sudah 5 tahun tidak mudik.

"Setelah Covid sih, sudah 5 tahun sih, harusnya kan 2 tahun sekali, karena terkendala Covid jadi lima tahun baru, balik ini" ucapnya.

Ia juga tidak mengeluhkan soal tarif bus yang cukup mahal, yakni Rp 590.000. 

"Nggak masalah mahal, yang penting saya bisa mudik," ucapnya. 

Sementara Kepala Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni mengatakan soal keterlambatan bus yang datang lebih bersifat situasional. 

"Artinya kemarin memang banyak keterlambatan bisa yang masuk ke terminal dikarenakan di tol diberlakukan sistem one way seperti kita tahu. Artinya kita juga memberikan informasi kepada penumpang terkait hal tersebut supaya penumpang tidak bertanya-tanya kenapa bisa belum masuk," sebutnya.

Untuk antisipasi kepadatan penumpang di terminal Kampung Rambutan, Yulza menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan perusahaan oto bus untuk mengecek posisi keberadaan bisnya terakhir ada di mana.

"Untuk memastikan penumpang tidak khawatir untuk keberangkatan mereka. Penting kita informasikan kepada penumpang tersebut supaya mereka merasa terlayani dengan baik," ujarnya.

Yulza menambahkan, hingga saat ini belum ada bus bantuan yang digunakan. Menurutnya, untuk kondisi saat ini bus reguler masih bisa melayani penumpang dengan baik.

"Kita lihat situasional ya, kalau terjadi penumpukan reguler sudah habis baru kita persiapan untuk bisa cadangan tersebut," pungkasnya.

(Laporan Wartawan TribunBekasi.com/Rangga Baskoro/Wartakotalive.com/Mochammad Dipa)

 
 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved