Berita Bekasi
Berikut Gejala Awal Hepatitis Akut, Jika Temukan Pasien dengan Gejala Tersebut Segera Bawa ke Dokter
gejala awal hepatitis akut yakni sakit perut, mual hingga muntah, feses berwarna pucat, mata kuning, kencing berwarna seperti teh serta demam ringan.
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG --- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi menerbitkan imbauan kepada tenaga kesehatan guna mengantisipasi hepatitis akut yang telah menyerang sejumlah anak-anak di Jakarta.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Kabupaten Bekasi, Masrikoh menyatakan terdapat beberapa poin penting yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan kepada tenaga kesehatan.
"Semua petugas maupun tenaga kesehatan diminta untuk meningkatkan pengawasan dan koordinasi lintas sektoral," kata Masrikoh saat dikonfirmasi, Kamis (12/5/2022).
Pengawasan yang dimaksud yakni lebih cermat melihat gejala pasien anak-anak yang mendatangi puskesmas sehingga bisa dilakukan tindaklanjut dengan tepat.
Baca juga: Ada 21 Kasus Dugaan Hepatitis Misterius di Jakarta, Wagub DKI: Kemungkinan Sekolah Kembali Daring
Baca juga: Saran Dokter Anak untuk Mencegah Penularan Hepatitis Akut, Lakukan PBHS dan Santap Makanan Matang
Masrikoh menjelaskan ada pun gejala awal hepatitis akut yakni sakit perut, mual hingga muntah, feses berwarna pucat, mata kuning, kencing berwarna seperti teh serta demam ringan.
"Apabila menemukan pasien dengan gejala tersebut, nakes diharapkan untuk segera melaporkan dan membawa penderita ke faskes lanjutan atau dokter," ungkapnya.
Tenaga kesehatan juga diharapkan melakukan sosialisasi kepada orang tua mengenai hepatitis akut beserta pencegahannya.
BERITA VIDEO : BUAH MATOA ASLI PAPUA BISA MENCEGAH PENYAKIT KRONIS
Kemudian, mereka juga diminta menjelaskan bahwa hepatitis akut tak ada hubungannya dengan vaksinasi Covid-19.
"Sosialiasi dan penyuluhan tingkat RT dan RW harus segera dilakukan, terutama terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan makanan bersih, sehat, dimasak dengan baik, selalu cuci tangan dan lainnya," tutur Masrikoh.
Pemprov DKI bentuk tim khusus
Pemerintah DKI Jakarta telah membentuk tim untuk menelusuri kasus hepatitis akut misterius. Sampai Rabu (11/5/2022), sudah ada 21 pasien yang diduga terjangkit penyakit ini, dan tiga pasien di antaranya meninggal dunia beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, pembentukan satuan tugas (satgas) atau tim ini sudah menjadi ketentuan aturan. Namun, kata dia, tidak semua tim tersebut harus diperintahkan oleh pimpinan dalam hal ini Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah (Sekda) saat bekerja.
“Semua Kepala Dinas, Kepala Badan, Wali Kota itu sudah tahu apa langkah-langkah yag harus dilakukan. InsyaAllah kami Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinkes selalu memberikan pelayanan terbaik terhadap kesehatan masyarakat terlebih masalah-masalah yang mencuat belakangan ini,” kata Ariza di Balai Kota DKI pada Rabu (11/5/2022).
Menurutnya, persoalan hepatitis akut misterius tidak hanya menjadi masalah Jakarta saja, tetapi Pemerintah Indonesia dan dunia. Atas fenomena itu, beberapa kepala negara termasuk kepala daerah di tingkat provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia juga menaruh perhatian besar.