Berita Jakarta

Wagub Ariza Nilai Keputusan Jokowi Soal Lepas Masker di Ruang Terbuka Tidak Prematur

Meski penggunaan masker diizinkan di ruang terbuka, namun Wagub Ariza meminta masyarakat tetap memakainya saat berada di area kantor pemerintahan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat. 

TRIBUNBEKASI.COM — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai, kebijakan Presiden RI Joko Widodo soal diperbolehkannya melepas masker di ruang terbuka tidak prematur.

Artinya, Presiden Jokowi mengeluarkan keputusan itu tentu melewati kajian yang matang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Tentu kebijakan itu melalui proses yang panjang tidak serta merta begitu saja (tanpa kajian-red),” ujar Wagub Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (17/5/2022) malam.

Wagub Ariza mengungkapkan, jika di bandingkan beberapa negara lainnya, mereka sudah banyak yang melepas masker ketika berada di ruang terbuka.

Bahkan beberapa diantaranya sudah ada yang mengeluarkan kebijakan itu sejak beberapa bulan sebelumnya.

Baca juga: Diundang Universitas Oxford, Anies Ingatkan Pelajar Indonesia di Luar Negeri Jangan Langsung Pulang

Baca juga: Sering Dilibatkan Rapat Penting di Kemendag, Lin Che Wei Jadi Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng

“Kalau hari ini di Indonesia sudah diumumkan oleh Pak Jokowi untuk di outdoor (ruang terbuka) masker bisa dibuka, tentu kami senang,” kata mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Meski penggunaan masker diizinkan di ruang terbuka, namun Wagub Ariza meminta kepada masyarakat untuk tetap memakainya saat berada di area kantor pemerintahan.

Hal ini juga harus dipatuhi oleh para lansia dan penderita komorbid agar mereka tidak terpapar Covid-19.

“Di sini kan (Balai Kota) di ruang-ruang tertutup masih pakai masker, tadi seperti yang disampaikan Pak Presiden bahwa itu diperkenankan di ruang-ruang terbuka,” ucapnya.

“Dilihat di beberapa negara sudah dibebaskan tapi sebagian masih ada yang pakai (masker) ya silakan, itu hak. Terpenting kami minta jaga perilaku pola hidup yg bersih dan sehat,” lanjutnya.

Baca juga: Aida Saskia Sempat Tak Percaya Diri Karena Botak Usai Jalani Kemoterapi

Baca juga: Touring ke Mandalika, Sandy Pas Band Kendarai Motor Sampai 12 Jam Lamanya

Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu dini untuk melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

Pernyataan Jokowi juga dianggap membingungkan masyarakat untuk membedakan ruang terbuka yang dimaksud, apakah di area publik atau pribadi.

“Menurut saya pernyataan Pak Presiden terlalu terburu-buru dan pernyataan Presiden harusnya punya dasar yang kuat,” ujar Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono pada Selasa (17/5/2022) malam.

Sepengetahuan dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru akan merampungkan survei serologi atau penelitian antibodi tubuh terhadap virus, pada Mei-Juni 2022 mendatang. Penelitian itu hendaknya, juga diiringi dengan pemeriksaan antigen sehingga dapat mengetahui jumlah orang yang terserang Covid-19, apalagi Indonesia baru saja merayakan Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved