Berita Bekasi

Opsi Perluasan TPA Burangkeng, Pemkab Bekasi Berencana Relokasi Warga

Untuk memperluas lahan TPA Burangkeng, Pemkab Bekasi harus melakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah (Perda) terlebih dahulu.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Tribun Bekasi/Rangga Baskoro
Warga di sekitar TPA Burangkeng kembali mengeluhkan TPA yang tidak dikelola dengan baik, sehingga merusak lingkungan di sekitarnya dan mengganggu kesehatan warga. 

TRIBUNBEKASI.COM, SETU — Rencana Pemkab Bekasi untuk bisa memperluas lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kecamatan Setu, hingga kini masih mengalami banyak kendala.

Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menjelaskan untuk memperluas lahan TPA Burangkeng, Pemkab Bekasi harus melakukan perubahan terhadap Peraturan Daerah (Perda) terlebih dahulu yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kita ada anggaran perluasan sampai 5 hektar, tapi masih harus mengubah Perda dulu, karena di Perda ini sudah ditetapkan lahan TPA Burangkeng seluas 11 hektar," kata Dani Ramdan saat dikonfirmasi, Selasa (5/7/2022).

Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan opsi lain yakni dengan cara merelokasi rumah di sekitar TPA agar perluasan dapat dilakukan.

Selain dinilai tidak sehat, lahan bekas rumah tersebut akan dimanfaatkan sebagai lahan perluasan TPA.

Baca juga: Dani Ramdan Rencanakan PDAM Tirta Bhagasasi Gunakan Air Hujan Jadi Sumber Air Baku

Baca juga: Usai Muncul Dugaan Penyelewengan Donasi, ACT Karawang Klaim Beraktivitas Normal

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat yang menjadikan sebagian lahan TPU untuk dijadikan Tol Cimanggis-Cibitung.

Dani Ramdan akan meminta pihak pengelola tol untuk dapat membantu merelokasi masyarakat yang rumahnya bersebelahan dengan TPA. 

"Kebetulan ada lahan kita yang kena proyek jalan tol kurang dari 1 ha, jadi kita akan ajukan tanah yang digunakan itu untuk merelokasi rumah warga. Saya lihat ada rumah warga di dekat TPA, itu tidak sehat," ucapnya.

Tidak hanya itu, ia menjelaskan akan ada pengalihan jalan umum di tengah TPA yang sering digunakan masyarakat sekitar. Jalan tersebut rencananya akan dialihkan ke area perbatasan dengan Kota Bekasi, karena area tersebut dinilai cukup memungkinkan untuk dijadikan jalan pengganti bagi masyarakat sekitar.

"Bukan hanya perluasan tapi juga akan ada jalan pengganti, karena jalan di tengah TPA ini adalah jalan umum, jadi tidak sehat untuk dilewati masyarakat. Kita akan geser ke area perbatasan dengan Kota Bekasi, karena disitu masih ada lahan sawah yang bisa dibebaskan untuk dijadikan jalan," tutur Dani Ramdan.

Baca juga: Dikabarkan Gagal Berangkat Haji Furoda, Askun Minta Bupati Cellica Ambil Hikmahnya

Baca juga: Belasan Calon Haji Furoda asal Karawang Gagal Berangkat, Dikabarkan Salah Satunya Bupati Cellica

Dani Ramdan juga telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungan air tanah yang selama ini masih digunakan sehari-hari oleh masyarakat sekitar.

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan air tersebut dinilai tidak layak, maka ia akan melakukan mitigasi penggunaan air dari PDAM Tirta Bhagasasi agar masyarakat bisa mendapatkan air yang lebih layak.

"Meskipun belum ada keluhan, tapi kita harus antisipasi. Saya perintahkan hari Senin nanti ambil sampel air tanah sekitar yang masih dikonsumsi penduduk untuk diperiksa. Jika ternyata ada kandungan berbahaya, kita akan berikan mitigasinya melalui PDAM Tirta Bhagasasi," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved