Berita Kecelakaan

Pasca Kecelakaan Odong-Odong 9 Orang Tewas, Warga Trauma, Tak Bisa Tidur, Makan, Takut Lihat Kereta

Indah mengaku, tidak dapat tidur hingga dua hari lamanya, lantaran selalu terngiang suara hantaman kereta api dengan Odong-odong yang begitu keras.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Pasca kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang penumpang Odong-odong di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (26/7) lalu, mengakibatkan trauma bagi warga sekitar lokasi kejadian. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Pasca kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang penumpang Odong-odong di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (26/7) lalu, mengakibatkan trauma bagi warga sekitar lokasi kejadian.

Trauma tersebut dialami oleh warga lantaran mereka melihat dan mendengar secara langsung kejadian dan korban dari peristiwa naas itu.

Salah seorang saksi mata, Indah mengaku, tidak dapat tidur hingga dua hari lamanya, lantaran selalu terngiang suara hantaman kereta api dengan odong-odong yang begitu keras.

"Jujur saja, sejak kejadian itu sampai hari ini saya enggak bisa tidur sama sekali karena suara klakson kereta api sebelum tabrakan itu enggak berhenti sampai disusul suara tabrakan yang bener-bener kenceng banget," ujar Indah saat diwawancarai Wartakotalive.com, Rabu (27/7/2022).

"Jadi begini, teeeeet teeet... duar, keras banget demi Allah," ucap Indah lagi.

Bahkan, kata Indah, seorang pedagang es cincau yang merupakan warga terdekat dengan lokasi kejadian, sampai enggan jualan.

Baca juga: Polisi Keluarkan 8 Poin Rekomendasi Tindaklanjuti Kasus Kecelakaan Maut Tewaskan 10 Orang di Cibubur

Baca juga: Detik-detik Mengerikan Odong-odong Dihajar Kereta Tewaskan 9 Orang, Saksi: Sudah Diteriaki Warga

Pasalnya, lapak dagangannya begitu dekat dengan lokasi kejadian.

"Gak cuma saya, tukang es cincau yang jualan disini (tunjuknya) sampai gak jualan hari ini, saking trauma dia," kata Indah.

"Karena tukang cincau itu orang paling dekat sama titik kejadian, nggak sampai 5 meter, jadi karena jelas banget (kejadian), dia kayanya ketakutan lihat lokasi kejadian," tuturnya.

BERITA VIDEO : ODONG-ODONG DITABRAK KERETA API

Lebih lanjut Sugianti saksi mata lainnya juga mengalami hal serupa.

Sugianti yang secara ikhlas membawa para korban luka ke rumahnya untuk menenangkan diri, justru terbayang kondisi luka-luka yang dialami korban.

Mulai dari bagian kaki korban yang terluka ringan, luka berat yang luka berat yang sebabkan terlihat tulang kaki korban terlihat, hingga anak balita yang mengalami patah tulang di bagian dada dan tangan.

"Saya itu reflek membawa korban ke rumah, karena mereka yang masih hidup itu histeris semua, jadi maksudnya biar mereka menenangkan diri dulu," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved