Berita Karawang

Dinas Perikanan Karawang Cari Solusi Anjloknya Harga Rajungan, Usahakan Serapan Pasar Dalam Negeri

Dinas Perikanan Kabupaten Karawang akan mencari solusi dari anjloknya harga rajungan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: AC Pinkan Ulaan
Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dinas Perikanan Kabupaten Karawang akan mencari solusi dari anjloknya harga rajungan. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG -- Harga rajungan turun drastis dan membuat membuat para nelayan di Karawang, Jawa Barat menjerit.

Apalagi Karawang merupakan wilayah penghasil tangkapan rajungan terbesar di Jawa Barat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Abu Bukhari, menyatakan harga rajungan saat ini mencapai titik nadir, di kisaran Rp 40.000 per kilogram.

Dia mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab ekspor rajungan mengalami kendala pada saat ini. Namun yang pasti hal itu membuat kondisi nelayan rajungan menjadi sulit.

“Kalau kami kembalikan kepada harga normal kebutuhan lokal, ya normalnya rajungan itu harganya Rp 40.000 kalau kebutuhan lokal. Ini bisa tinggi karena ada permintaan dari luar, dan untuk hal ini Dinas Perikanan Karawang sepenuhnya tidak bisa mengontrol mekanisme pasar karena itu bukan ranah kami lagi. Ranah kami itu hanya bagaimana cara menangkap rajungan yang baik, bagaimana cara mengolah rajungan yang baik, nah itu ranah kami,” katanya pada Kamis (4/8).

Proses ekspor

Dia menjelaskan, proses ekspor itu dilakukan melalui pengepul atau agen yang diteruskan ke pabrik. Namun sejak bulan lalu, permintaan ekspor ke luar negeri berkurang, sehingga secara hukum pasar harganya akan menjadi turun karena jumlah rajungan sedang melimpah.

“Ketika sekarang permintaan untuk ekspor itu kurang, mungkin saja penyebabnya faktor eksternal yang terjadi di dunia global. Otomatis itu mempengaruhi harga pasaran dunia sehingga permintaan ekspor agak berkurang. Itu akan mempengaruhi, artinya demand-nya itu berkurang sementara suplainya kita tetap segitu,” imbuhnya.

Pasar dalam negeri

Meski demikian, dia akan melakukan komunikasi dengan para nelayan dan berkoordinasi dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan terkait turunnya harga rajungan.

"Kami akan komunikasi ke para nelayanan, bagaimana rajungan itu tetap bisa dipasarkan di area lokal atau dalam negeri. Walaupun memang harganya tidak setinggi untuk ekspor," katanya.

Untuk informasi, anjloknya harga rajungan, yang sampai 80 persen, membuat para nelayan di Dusun Pasirputij menjerit.

Pengurus Serikat Nelayan Pasir Putih, Masrukhin, menuturkan Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, menjadi salah satu lokasi penghasil rajungan terbesar di Jawa Barat.

Hasil tangkapan mereka banyak, tapi harga jual rajungan saat ini jauh di bawah standar harga pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved