Berita Karawang

Ruas Tol Baru Segera Dibangun, Warga Karawang ke Bogor Cuma 40 Menit, Tak Perlu Lagi Lewat Jakarta

Eka menjelaskan, ruas tol baru itu menghubungkan Sentul Bogor hingga Karawang Barat. Nilai investasi pembangunan tol sebesar Rp 15 triliun.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
Dok. Jasa Marga
ILUSTRASI JALAN TOL --- Ruas jalan bebas hambatan atau tol baru yang menghubungkan wilayah Bogor-Karawang akan segera dibangun. Keterangan Foto : Pelebaran Jalan Tol Jakarta Cikampek dari 3 lajur menjadi 4 lajur. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- Pengembangan ruas jalan tol antar wilayah terus dilakukan.

Kali ini ruas jalan bebas hambatan atau tol baru yang menghubungkan wilayah Bogor-Karawang akan segera dibangun.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Eka Sanatha, pada Sabtu (6/8/2022).

 

Eka menjelaskan, ruas tol baru itu menghubungkan Sentul Bogor hingga Karawang Barat.

Untuk nilai investasi pembangunan tol tersebut sebesar Rp 15 triliun.

"Lelang pekerjaannya sudah beres. Pemenangnya konsorsium perusahaan BUMN dan swasta," jelas Eka.

Dijelaskan Eka, panjang ruas tol itu 61 Kilometer. Untuk tol yang melintasi Karawang sepanjang 16 kilometer.

Pembangunannya ditargetkan rampung tahun 2025.

Baca juga: Tekan Kemacetan, Jasa Marga Lakukan Pelebaran Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50 hingga KM 67

Baca juga: Mulai 1 April 2022, Tujuh Ruas Tol Ini Terapkan Tilang ETLE

"Jadi warga Karawang yang akan ke Bogor nantinya tidak perlu melewati Jakarta. Dengan menggunakan tol tersebut waktu tempuh ke Bogor hanya 40 menit," kata Eka.

Dengan adanya ruas tol baru itu lanjut Eka, semakin melengkapi Karawang sebagai daerah tujuan investasi.

Sebab, sarana dan prasarana transportasi merupakan salah satu daya dukung investasi di suatu daerah.

Daya dukung infrastruktur berkaitan dengan konektivitas atau akses. Jarak Karawang dari Bandara Soekarno Hatta sekitar 90 kilometer.

Kemudian menuju Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati sekira 122 kilometer.

Belum lagi rencana pembangunan Bandara Soekarno Hatta II di Karawang yang tertuang dalam PP 13 tahun 2017 dan Permenhub Nomor 69 tahun 2013 dan itu belum dicabut.

BERITA VIDEO : PJ BUPATI BEKASI TINJAU GERBANG TOL GABUS

Kemudian jarak menuju Pelabuhan Patimban, Subang maupun dengan Pelabuhan Tanjung priuk sekitar 70 kilometer.

Konektivitas dari dan menuju Karawang juga didukung adanya sejumlah ruas jalan tol.

Rinciannya jalan tol Jakarta-Cikampek, jalan tol Jakarta-Cikampek Elevated atau jalan tol layang MBZ, jalan tol Jakarta-Cikampek Selatan (Jatiasih-Sadang), dan jalan tol lingkar luar Sentul - Karawang Barat.

"Akses kereta di Karawang juga ada. Kereta jarak jauh bisa naik dan turun di Stasiun Cikampek dan Karawang. Kemudian juga ada Transit Oriented Development (TOD) kereta cepat Jakarta-Bandung di Karawang yang masih dalam pembangunan," kata Eka.

Di sisi lain juga ada daya dukung energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Juanda Jatiluhur dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Cilamaya.

"Lalu ada SPAM Jatiluhur dengan kapasitas 350 meter kubik per detik," ujar Eka.

Adapun sarana pendukung lainnya yakni tersedianya terdapat 3 peguruan tinggi negeri yakni Universitas Singaperbangsa Karawang, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Karawang dan Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang.

Kemudian 10 peguruan tinggi swasta. Lalu 593 TK/RA, 1.093 SD/MI, 267 SMP/MTS, 49 SMK, dan 24 MA.

Lalu, ada 1 rumah sakit tipe B, 1 rumah sakit khusus paru, 18 rumah sakit tipe C, dan rumah sakit bersalin.

Karawang juga memiliki 7 mal, 55 supermarket, 5 departement store, dan 5 hypermart.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved