Berita Kriminal

Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin Dibekuk Polisi di Lampung

IF diketahui sudah bergabung dengan organisasi terlarang tersebut sejak tahun 2000 lalu dan memiliki nomor induk warga Khilafah 026.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Miftahul Munir
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di Mapolda Metro Jaya. 

TRIBUNBEKASI.COM — Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya (Ditreskrimum PMJ) menangkap Menteri Penerima Zakat Ormas Khilafatul Muslimin berinisial IF di Lampung pada Rabu (10/8/2022) kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membenarkan kabar penangkapan salah satu pemimpin Khilafatul Muslimin tersebut. 

"Setelah ditangkap langsung dibawa ke Mapolda sekira pukul 17.30 WIB tiba," katanya Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, IF sudah bergabung dengan organisasi terlarang tersebut sejak tahun 2000 lalu dan memiliki nomor induk warga Khilafah 026.

Belakangan diketahui, untuk menampung uang zakat dan infaq dari masyarakat, kelompok ini justru menggunakan rekening BNI.

"Jadi dia ini sudah lama bergabung dengan Khilafatul Muslimin hingga diangkat Menteri," katanya.

Baca juga: Banyak Zikir dan Ingat Tips Markus Horison, Jadi Kunci Sukses Kiper Andrika Saat Adu Penalti

Baca juga: Melaju ke Final, Bima Sakti Ingatkan Timnas Indonesia U-16 Tak Buat Kesalahan Saat Kontra Vietnam

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) meminta kepada seluruh instansi ataupun masyarakat umum untuk mewaspadai aksi teror dari kelompok Khilafatul Muslimin.

Sebab, pemimpin tertinggi Abdul Qodir Hasan Baraja ini mantan narapidana teroris yang dua kali menjalani kurungan penjara.

Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT Brigjen Wawan Ridwan mengatakan, pihaknya belum menemukan data ataupun fakta lapangan kelompok ini akan melakukan pengeboman. 

"Organisasi ini karena kilafahnya itu seorang yang memiliki pengalaman (sebagai teroris) dari organisasi yang memang awalnya bergabung dengan NII," ujarnya Jumat (17/6/2022).

Sehingga, pengalaman yang dimiliki oleh pemimpin tertinggi ini sangat bertentangan dengan ideologi Pamcasila.

Baca juga: Cara Menangkap Ular Panjang 5 Meter, Efektifkah Pakai Garam? Berikut Tips dari Sahabat Reptil Bekasi

Baca juga: SIM Keliling Karawang Kamis 11 Agustus 2022 di Rengas Dengklok Pertigaan Tugu Dekat Terminal Lama

Menurut jenderal bintang satu ini, kelompok Khilafatul Muslimin sangat berhati-hati menyebarkan faham khilafah agar tidak dicurigai aparat kepolisian dan pemerintah.

"Sebab, para pemimpin Ormas tersebut cenderung mengandalkan soft atau dengan pendekatan secara dakwah yaitu persuasif untuk meraih hati publik yang menjadi target nya," tegasnya.

Mantan anggota Densus 88 ini mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dengan Khilafatul Muslimin meski belum ada indikasi melakukan pengeboman.

Karena aksi teror yang terjadi di Indonesia itu karena suatu kelompok yang tidak memiliki rasa toleransi sesama umat beragama.

"Tentu saja harus kita antisipasi bersama, karena semuanya bermula daripada paham ajaran yang intoleransi," tutur Wawan. (Wartakotalive.com/Miftahul Munir)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved