Berita Bisnis

Hadirkan 10 Manfaat Nasabah Prioritas, Layanan Moduit Beyond Diluncurkan

Saat ini, PT Moduit Digital Indonesia telah memiliki 3 lisensi dari OJK dan sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi & Informatika. 

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Dari kiri ke kanan: Stefanus Adi Utomo selaku Chief Business Officer Moduit, Tri Djoko Santoso selaku Chairman Financial Planning Standards Board (FPSB) dan Zanira Hanifah selaku Moduit Advisor Partner dalam acara Peluncuran layanan Moduit Beyond di Jakarta. 

TRIBUNBEKASI.COM — Minat masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen investasi terus meningkat. Hal itu tercermin pada perkembangan jumlah investor di pasar modal yang telah menembus angka 9,11 juta investor per Juni 2022.

Angka ini menunjukan peningkatan sebesar 21,68 persen dibanding posisi akhir akhir tahun 2021 yang tercatat sebanyak 7,49 juta.

Investor pasar modal tersebut terbagi dalam produk investasi reksa dana, saham maupun investor Surat Berharga Negara (SBN).

Perkembangan teknologi dan digitalisasi yang masif merupakan pendorong penting pesatnya peningkatan jumlah investor.

Sebab digitalisasi membuat orang dengan mudah dan cepatnya membuka rekening efek dan berinvestasi.

Peningkatan minat investasi ini turut mempengaruhi kinerja Pasar Modal Indonesia, dimana hingga penghujung Juli 2022, posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah hampir menggapai level 7.000, atau mengalami kenaikan hampir 6 persen secara year to date. 

Baca juga: Diduga Merekayasa Kasus Pembunuhan Brigadir J, Polisi Berpangkat AKBP Dibawa ke Ruangan Khusus

Baca juga: LPSK Akui Stafnya Pernah Diberi Dua Amplop Tebal Usai Bertemu Ferdy Sambo, Namun Langsung Ditolak

Chairman Financial Planning Standards Board (FPSB) Indonesia, Tri Djoko Santoso mengatakan peningkatan jumlah investor yang diikuti oleh pertumbuhan kinerja produk-produk pasar modal berpotensi mendongkrak jumlah nasabah kaya di Indonesia atau disebut dengan High Net-Worth Individuals (HNWI).

“Jumlah HNWI Indonesia diprediksi akan tumbuh di atas 60 persen menjadi lebih dari 250.000 orang dalam 5 tahun ke depan (Data HNWI tahun 2021 tercatat 82.000 orang),” papar Tri Djoko Santoso.

Selain jumlah orang kaya bertambah, Tri Djoko Santoso menyebut nilai kekayaan juga berpotensi meningkat pesat, terlebih bila mereka bisa mengelola dan menata penghasilan yang meraka peroleh dari bekerja maupun investasi.

Untuk itu menurutnya nasabah HNWI perlu punya Perencana Keuangan yang mumpuni. Lebih lanjut dikatakan peran Perencana Keuangan adalah membantu HNWI untuk berinvestasi secara aman sesuai dengan profil risiko nya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved